Selasa, 24 April 2012

First Love , second marriage (Part 1 ) - YOONHAE


First Love , second marriage (Part 1 )

Author : Anisa
Genre : Romantic , Family
Rating : 16+
Cast :
Lee Donghae
Im Yoona
Henry Lau
Choi Siwon
Cho Kyuhyun
Type : chapter

(SEekali lagi FF ini bukan FF plagiat ! FF Ori ! AUTHOR BENCI SEGALA BENTUK PLAGIAT,  FF ini pernah di publish di facebook superjunior fanfiction )

First Love , second marriage adalah ff yang author sengaja bikin buat semua orang esp pyros . Sebelumnya author selalu bikin ff yang genrenya romance-comedy, tapi khusus YoonHae author coba buat serius dikit ;p YoonHae is realer than real and still number one ^^

Sekali tolong tinggalkan jejak dengan memberikan komentar. Komentar kalian adalah perbaikan untuk author di karya-karya selanjutnya >_<

Typo kemungkinan ada ^^

Backsound : Baby don’t cry by EXO




HENRY POV
Aku melihatnya tertawa. Ya aku sangat bahagia. Hanya melihatnya tertawa saja sudah membuat hatiku sangat bahagia ;D Aku sangat menyayanginya, mencintainya dan akan selalu melindunginya. Dia adalah yeoja yang paling berharga untukku saat ini.

“Dongsaeng, kenapa kau bengong disitu? Kemarilah ikut berfoto bersamaku” teriaknya mengajakku.

“Aniii~ Nuna sajalah yang ikut berfoto. Aku melihat saja dari sini ,lagipula aku sedang dalam keadaan tidak tampan” teriakku berbohong.

“Aish, baiklah kalau begitu” jawabnya.

Ne, dia bukan seorang yeoja chingu untukku. Dia adalah Nunaku. Nunaku yang amat sangat aku cintai. Dialah seseorang yang tangguh dan sangat mempengaruhi hidupku sampai sekarang. Sejak  umurnya 10 tahun dia sudah merawatku.Hal yang sangat sulit dilakukan seorang anak berusia 10 tahun. Hal ini dikarenakan kedua orangtuaku yang meninggal sewaktu aku berumur 1 tahun.

Karena kami adalah keluarga yang miskin. Akhirnya kami berdua masuk ke Panti asuhan di Seoul. Nuna menggantikan seorang figur orangtua yang mendidikku disamping ibu panti yang ada. Aku mendapatkan cukup kasih sayang darinya dan itulah yang membuat dirinya sangat berharga untukku, karena tanpa dia aku akan sebatang kara, dan yang paling penting aku akan merasa kehilangan hal terpenting dihidupku.

                “Dongsaeng, kenapa sejak tadi kamu hanya melamun? Aish jangan-jangan kau sekarang sudah mempunyai yeoja chingu ya?” katanya menggodaku.

                “Hah? An-aniio aku tidak punya nunaa” kataku membantah.

                “Gwaenchana, jika kau mempunyai seorang yeoja chingu itu akan lebih baik untukmu” katanya serius.

                “Aish Nunaaa, kenapa kau selalu berkata seperti tu. Aku hanya dengan nuna saja sudah sangat baik sekarang, lagipula aku masih 17 tahun. Apa nuna mulai bosan melihatku setiap hari ?” tanyaku padanya.

                “M-mwo? Hahahaha kau marah ? Yaampun mukamu jadi sangat lucu jika kau marah seperti ini” katanya mencubit kedua pipiku.

                “Apoooo” teriakku.
HENRY POV END


AUTHOR POV
                Yoona adalah seorang dokter di rumah sakit di daerah Seoul bagian selatan. Ia adalah dokter khusus  anak-anak. Ia memutuskan menjadi dokter , setelah ia belajar dari pengalaman masalalunya yang silam.

                “Siang dokter” kata seorang pasien sewaktu YoonA berjalan di lorong Rumah Sakit.

                “Ne , siang” kata Yoona membalasnya dengan ramah dan dengan senyuman yang sangat menyejukkan sama seperti biasanya.

                Setiap Pagi sampai siang Yoona bertugas di rumah sakit , sedangkan siangnya ia mempunyai sebuah yayasan yang ia kelola bersama dokter-dokter lainnya.

                “Suster, apakah diluar masih ada pasien? “ kata Yoona bertanya kepada suster yang setiap harinya membantu dalam pengobatan.

                “Oh Ne” kata Yoona.

                “Silahkan ma...”kata-kata suster terpotong.

                “Siapa Suster?”kata Yoona penasaran.

                “Ta-daaa ini aku dokter” kata seorang namja masuk sambil membawa sebucket rose.

                “Oppa? Bukankah kau seharusnya masih di Jepang ?” kata Yoona kaget.

                “Apa aku tidak boleh datang melihat kekasihku walaupun hanya sebentar saja?” katanya melipat wajahnya.

                “Ah anioo oppa, bukan maksudku seperti itu “ kata yoona lagi.

                “Apa kamu tidak merindukanku? Apakah sebuah sms sudah cukup untuk mengobati rasa kerinduanmu?Atau bahkan kau sama sekali tak merindukanku sebagai tunanganmu?” kata Siwon memegang tangan Yoona dan melihat wajahnya.

                “Anii , kau salah aku sangat merindukanmu. Tapi aku takut untuk menghubungimu, karena aku tahu proyek ini sangatlah besar dan aku takut mengganggu konsentrasimu” kata Yoona membalas tatapan Siwon.

                “Gwaenchanayo chagi” kata Siwon sambil menggenggam tangan Yoona. Semakin lama ereka saling bertatapan, semakin intens dan mendalam , hidung mereka sudah bersentuhan...

                “Dokter ternyataa... ups, mianhe dokter aku telah mengganggu kalian” kata Suster yang masuk tidak tepat pada waktunya.

                Yoona segera melepaskan tangannya dari Siwon dan mundur, wajahnya memerah karena menahan malu.

                “Sungguh , suster itu benar-benar mengganggu”kata Siwon kesal dan menahan tawa.
AUTHOR POV END



HENRY POV
                Choi Siwon, ya dia adalah namjachingu nunaku. Sebenarnya aku belum rela melihat nunaa akan menikah . Aku takut hatinya yang rapuh itu akan terluka lagi. Aku takut melihatnya menangis lagi. Tapi nuna memang harus bangkit. Tidak baik jika ia mengingat-ingat masalalunya bersama jerk itu.

                “Henry-ah apa baju ini cantik?” kata Nuna memperlihatkan gambar seorang yeoja sedang berpakaian pengantin kepadaku.

                “ Yeppeo nuna, apalagi kau yang memakainya”

                “Aishh selalu saja seperti itu. Kau selalu bisa membuat nunamu ini malu”

                “Anii nuna memang sangat cantik” kataku lagi

                Aku sangat senang melihat nuna tertawa. Ya nuna adalah segalanya bagiku.
***
                “Nuna aku berangkat telebih dahulu, aku ada jam tambahan sore ini jadi jangan masakkan makan siang untukku” teriakku dari lantai bawah.

                “ Ne dongsaengi, hati-hati” katanya sambil melambaikan tangannya.

                Seperti biasanya aku berangkat sekolah dengan mengendarai sepedaku. Ini lebih sehat dan murah tentu saja ;P

                CIITTTTT.........bruk

                Aku melihat ada kecelakaan didepanku. Ada truk yang menabrak mobil. Omoo~ sepertinya orang yang berada di dalam mobil itu terluka sangat parah. Aku segera berlari untuk ikut menyelamatkannya. Banyak sekali orang yang berada di lokasi ini. Para ajushi sedang mencoba mengeluarkan pengemudi mobil itu yang sepertinya sulit keluar karena terjepit bagian depan truk. Dan ketika keluar muka si pengemudi itu penuh dengan darah. Tapi sepertinya wajahnya tak asing bagiku. Aku mencoba mengingat dimana aku pernah bertemu dengan orang itu. Yak itu adalah Jerk   yang telah menghancurkan kehidupan nunaku!

                Aku masih terpaku di lokasi kecelakaan ini. Kenapa orang ini ada di Korea? Bukankah katanya dia sudah pergi ke kanada dan tidak akan kembali ke korea lagi? Kenapa tiba-tiba dia muncul lagi? Kenapa aku harus melihat wajahnya lagi? Ribuan pertanyaan membanjiri otakku, dan memaksanya  untuk memberiku jawaban.

                Alhasil karena tadi terlalu lama di lokasi kecelakaan itu akupun terlambat. Di kelas pun aku masih memikirkan kenapa jerk itu kembali ke korea. Apa yang ia cari? Apakah Nunaku? Aish aku terlalu percaya diri bahwa dia kembali  untuk mencari nunaku. Atau mungkin ia belum puas menyakiti nuna? Dulu memang aku masih kecil dan banyak tak tahu tentang masalah ini. Tapi sekarang aku telah dewasa, aku akan melindungi nuna dari siapapun yang ingin menyakitinya.

                “Henry gwaenchana?” kata Sulli membuyarkan lamunanku.

                “ Ah ne, gwaenchana “ kataku singkat.

                “Sepertinya kau sedang tidak enak badan, wajahmu sangatlah pucat. Apa kau mau aku belikan roti?” katanya cemas.

                “Ani~ nae gwaenchana” kataku meninggalkan Sulli.
HENRY POV END


YOONA POV
“Mwo? Jadi kamu harus pergi ke Jepang hari ini juga oppa?” tanyaku kaget.

“Ne chagi,aku akan berangkat sejam lagi.Selama sebulan aku harus ke Jepang untuk mengurus bisnis keluarga. Setelah itu aku akan mengenalkan kamu ke keluarga besarku. Mianhe aku harus menunda lagi” Kata siwon memegang tanganku.

“Gwaenchana oppa, aku bukanlah anak kecil lagi. Aku tahu posisimu, kau seorang direktur yang bertanggung jawab, jadi kau harus selesaikan pekerjaanmu dengan baik dan jangan mengecewakan orang-orang disekitarmu” kataku balas menggenggam erat tangannya.

Bounce to you bounce to you ...
Tiba-tiba handphone Yoona berbunyi.

“Yoboseyo”

“Yoboseyo, apakah saya sedang berbicara dengan YoonA-ssi?” kata orang itu ditelepon.

“ Ne nae YoonA..hah? mworago? Oh ne saya segera kerumah sakit” Yoona segera menutup telfonnya.

“ Apa yang terjadi?” kata Siwon cemas.

“Henry pingsan di sekolah, tapi sepertinya dia baik-baik saja. Kau harus segera pergi ke bandara oppa, sebentar lagi pesawatmu akan take off”

“Apa perlu kuantarkan ke rumah sakit chagi”

“ Shiro, Henry hanya pingsan oppa, aku akan kerumah sakit sendiri. Have a nice flight ” kataku sembari mencium pipi siwon dan pergi.

*****
“Henry-ah” apa kau sudah sadar?”

“Ah nuna.. dimana aku sekarang”

“Aishh kenapa kau tidak sarapan tadi pagi? Dan kenapa kau juga tidak makan siang?” kataku khawatir.

“Mianhe nuna aku lupa” kata henry memegang kepalanya.

“Apa kepalamu sakit? Kalo iya berarti kamu harus di rontgen”

Akupun memegang kepalanya, mencari apakah ada luka disana.

“Shiroo, gwaenchana nunaa”jawabnya meyakinkanku.

“Aniyo , nanti sore kamu akan di rontgen. Nuna akan memberitahu doktermu” kataku keluar kamarnya.

****
“Yoona-ssi?”

Tiba-tiba aku mendengar suara yang memanggilku dari belakang.

“Kyuhyun ?”

Ya itu kyuhyun, suaranya masih khas seperti yang dulu, wajahnya pun masih terlihat evil tetapi sekarang dia semakin tampan. Dia mendekat kepadaku. Tapi kenapa aku jadi kikuk seperti ini. Bukankah kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, apalagi kita bertemu di Rumah Sakit , sebuah tempat umum dimana semua orang bisa datang .

“Ternyata benar dugaanku. wah setelah sekian lama tidak bertemu kamu sekarang kamu makin yeppeo” katanya memujiku.

“Kau juga semakin tampan kyuhyun”  kataku sambil melihat penampilannya.

“Yoona, mianhe . Waktu itu ” belum sempat ia berbicara lagi sudah aku potong.

“Gwaenchana, jeongmalyo. Aku sudah melupakannya. Apalagi itu sudah lima tahun yang lalu” kataku sambil menghembuskan nafasku yang terasa sangat berat ini.

“Tapi..” kata-katanya sudah kupotong lagi.

“Sudahlah , kenapa kau terus meminta maaf” kataku lagi.

Tapi kali ini Kyuhyun tidak menjawab perkataanku. Dia hanya menundukkan kepalanya lama.

“Gwaenchana?” kataku memastikan.

“Hyung sekarang ada dirumah sakit ini , tadi pagi dia kecelakaan . Dan nanti malam dia akan operasi”

DEG Dia kecelakaan? Bahkan nanti malam harus melakukan operasi? Walaupun aku bukan siapa-siapanya lagi, tapi aku telah mengenalnya selama lima tahun, bahkan pernah hidup bersamanya selama setahun dan tentu saja ini membuatku khawatir.

***
“Yoona-ssi , apakah ada yang terjadi? Apakah adikmu terluka parah?” kata Bong ajusshi mencemaskanku.

“Gwaenchana, dia baik-baik saja bahkan hasil rontgen menunjukkan semua sempurna”

“Syukurlah” jawabnya.

“Emm..Ajusshi  tapi apakah kau yang akan melakukan operasi kepada pasien kamar no 67 nanti malam?” kataku lagi.

“Pasien atas nama Lee Donghae? Iya aku nanti malam akan mengoperasinya ”

“Apakah dia terluka parah?”

“Ada pendarahan yang harus segera dihentikan, dan ini operasi yang lumayan berat. Apakah kau mengenalnya?”

“Ne, dia teman lamaku” jawabku lirih.

“Tenang saja , aku akan melakukan yang terbaik yang aku bisa” kata Bong ajusshi memegang pundakku.

“Gomawo ajusshi, aku percaya padamu”

Semalaman aku tidak bisa tidur. Aku masih saja dirumah sakit.Aku memang mencemaskannya. Tapi aku sudah bukan siapa-siapa baginya, dan aku tidak mau muncul dihadapan keluarganya dan dia lagi, kecuali aku memang sengaja ingin membuka luka lama yang telah kering ini.

Setelah pukul dua pagi Bong ajusshi mengerimiku pesan bahwa operasinya berjalan sukses. Aku baru beranjak tidur di sofa. Ya aku malam ini tidur di sofa rumah sakit kamar Henry dirawat.
YOONA POV END


HENRY POV
Hari ini adalah hari Rabu. Berarti jadwal nuna adalah ke yayasan. Aku ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk keluar segera dari rumah sakit ini. Aku paling benci bau rumah sakit apalagi ini adalah hari kelimaku dirawat. tentu saja aku sudah sehat dari tiga hari lalu, tapi dasar nuna yang terlalu overprotective, aku jadi terlalu lama tinggal disini.

Saat kulangkahkan kaki menuju lift, aku melihat seseorang yang sangat idak asing lagi. Yaak kenapa adik dari jerk itu berada disini? . Aku pun tidak jadi turun , justru sekarang aku membuntutinya. Aku berhenti ketika dia masuk kedalam kamar vvip, membawa keluar jerk itu dikursi roda, dibelakangnya ada nenek lampir dengan bedak tebalnya. Ternyata dia masih sama , terlalu overdosis dalam menggunakan bedak -___- Apakah si jerk sakit gara-gara kecelakaan beberapa hari yang lalu yang aku lihat itu? entahlah, aku tidak peduli.

****
“Yaaak, kenapa kamu pulang ? Dan kenapa kau tidak memberitahu nunamu ini?” kata Nuna marah-marah terhadapku.

“Mian nuna, aku sudah tidak betah berada disana. Lama-lama bau karbol rumah sakit itu seperti mencekikku” kataku lagi.

“Aissh jinja, nappeun namja” katanya mencubit tanganku.

“Apooo”

Sebenarnya aku ingin sekali bertanya kepada Nuna, apakah ia tahu jika si jerk itu dirawat dirumah sakit dan terluka parah. Tapi sepertinya ini tidak perlu, karena Nuna juga tidak menceritakannya kepadaku.
HENRY POV END


YOONA POV
Hari ini adalah hari pertama aku akan bertemu dengan keluarga besar Siwon. Sebenarnya aku sudah mengenal baik kakak perempuannya yang memang anaknya pernah menjadi pasien ku. Tetapi untuk orangtuanya aku belum pernah bertemu, terutama adiknya .

Sambutan keluarga Siwon ramah dalam menyambutku terutama ayahnya dan kakak perempuannya . Tentu saja aku senang dan cukup bisa mengurangi keteganganku.

Aku membasuh tanganku untuk mengurangi ketegangan ini . Huh .. sepertinya ini adalah awal yang baik untukku, semoga saja.

“Hah apa oppa tidak salah memilih? Dia cantik, memang sangat cantik tapi dia janda !” kata adik permpuannya.

“ Ne semua yang dikatakan oleh adikmu itu benar,  apa sudah tidak ada yeoja yang menyukaimu lagi sehingga kau memilih seorang janda? Perempuan di luar banyak yang sama cantiknya, yang sama baiknya, sama pintarnya dan tentu saja bukan seorang Janda” kali ini ajhumma-lah yang berbicara.

Apa yang mereka katakan? Aku terburu-buru masuk ke kamar mandi lagi. Dansebulir air mata telah jatuh perlahan. Ku segera mengusapnya. Bukankah aku ini adalah Im Yoona ? Seorang yeoja yang kuat? Aku bahkan pernah dihina lebih keras dari ini, lebih menyakitkan dari ini, tapi kenapa air mata ini tetap saja jatuh?

****
“Chagi, gwaenchana? Apa kau sedang tidak enak badan sekarang?” kata siwon mencemaskanku saat dalam perjalanan dia mengantarku pulang.

Aku hanya diam. Setelah mendengar perkataan tadi , menit-menit yang tersisa dirumahnya semakin menyakitiku. Memang hari ini mereka berkata oppa dan aku akan segera menikah. Tapi apakah ajhumma dan adiknya bisa sepenuhnya menerimaku? Menerima statuskuu ? Mollayo , Bahkan adik nya dan eommanya masih sempat  tersenyum kepadaku, dan itu lebih tepat mengarah ke senyum yang merendahkanku.
YOONA POV END


HENRY POV
Nuna menangis? Ia menangis selarut ini ? Apa Siwon Hyung telah melukai perasaan nuna?

Siang ini aku memutuskan untuk menanyakan apa yang terjadi semalam kepada Siwon Hyung. Kami janji bertemu di cafe dekat sekolahku.

“Henry tumben sekali kau ingin bertemu denganku, apakah ada yang salah?” tanyanya kepadaku.

“Aku seharusnya yang tanya itu padamu hyung”

“Apa maksudmu ?” katanya bingung.

“Apakah semalam semuanya baik-baik saja?”

 “Tentu saja, bahkan kami akan menikah bulan depan. Apa ada yang salah dengan yoona? ” tanyanya lagi.

“Anii, anio. Gwaenchanayo”

Tapi kenapa semalam nuna menangis? Ada apa dengannya? Aku semakin bingung
HENRY POV END


DONGHAE POV
Kulihat wajahnya dari jauh. Wajah cantiknya yang samasekali tidak berubah dalam lima tahun ini.  Telah lima tahun sejak kejadian itu berlalu, tapi aku belum bisa melupakannya.

*flashback
“Hyung, satu bulan hari lagi adalah hari pernikahanmu. Apakah kau tegang?” canda dongsaengku ditelepon kepadaku.

“Anii, tapi aku  akan mempersiapkannya dengan lebih baik” kataku.

Ya dalam sebulan aku akan menikahi yeoja chinguku. Ini adalah pernikahan keduaku setelah hampir lima tahun yang lalu aku bercerai. Hari ini aku juga berencana menjenguk eomma yang ada di Kanada selatan. Ya aku memutuskan untuk tinggal Di Kanada setelah perceraikan menyakitkan itu. Butuh waktu sekitar dua bulan bagiku untuk menyesuaikan keadaanku menjadi seorang duda di usia yang sangat muda, ya diumur 19 tahun aku sudah menduda.

Hari-hariku setelah perceraian itu sungguh sulit. Bulan-bulan pertama aku sangat depresi belum bisa meninggalkan nya. Setelah itu aku seperti kehilangan kendali. Aku mulai memacari banyak sekali gadis di Kanada. Memacarinya , dan setelah aku bersenang-senang dengannya aku meninggalkannya. Pernah sekali aku memacari yeoja yang sama sepertinya, bedanya dia adalah orang Kanada. Aku hanya mempermainkannya seolah-olah aku mempermainkan mantan anaeku dan  membalas dendam padanya.

Tapi semenjak dua tahun yang lalu ada seorang yeoja yang sangatlah aneh. Dia adalah yeoja pertama dari Korea yang kupacari sejak aku di Kanada. Awalnya aku hanya ingin mempermainkannya seperti para mantan pacar-pacarku. Tapi aku tidak menyangka dia sangat keras kepala. Dia bahkan seperti tak merasa disakiti saat melihatku bermesraan dengan yeoja lain. Dialah yang mampu mengubahku dari seorang lelaki kurang ajar yang sangat tersakiti dan membenci sebuah hubungan dan komitmen menjadi seorang yang mulai berani berkomitmen lagi.

“ Unnie, sepertinya Donghae sekarang sudah bisa melupakan yeoja pembawa sial itu” kata seorang ajhumma yang ada didalam rumah.

Siapa sebenarnya tamu dirumah?Saat aku mulai masuk ke rumah, perkataan eomma menghentikan langkahku.

“Yoona? Tentu saja, untunglah Jessica bisa mengambil hati Donghae. Awalnya aku juga takut Donghae masih terus memacari banyak sekali gadis dan enggan untuk menikah. Untunglah Jessica datang, lagi pula keluarga Jessica juga keluarga baik. Apalagi ayahnya adalah orang terpandang di Kanada”

“Berarti rencanamu untuk memisahkan antara Yoona dan Donghae berhasil” katanya cekikikan.

Mwo? Apa maksudnya ini? Apa yang sedang mereka bicarakan?  Memisahkan? Unsur kesengajaan?

“Tentu saja, apalagi gadis babo itu, dia percaya saja jika Donghae telah meninggalkannya , padahal waktu itu aku sengaja menyuruh Donghae ke Kanada untuk mengurusi perusahaan”

                “Bukankah waktu itu unnie jugalah yang mengirim sms palsu ke gadis miskin itu?”

                “Hahaha ne, ne aku menyuruh seseorang mencuri handphone Donghae dan mengirim sms ke gadis miskin itu agar bercerai”

                JEDEER...

                “Apa-apaan ini? Apa yang baru saja eomma katakan dengan ajhumma hah? Perceraianku itu direncanakan ha?”

                “Emm.. tunggu dulu Donghae kau salah paham” kata eomma memegang tanganku mencoba menenangkanku.

                “Aishh jinja, ternyata ini yang sebenarnya terjadi”

Aku pun keluar rumah dan segera memutuskan pulang ke Seoul hari itu juga.

*flashback end

Aku sudah dua bulan tinggal di Korea.Sayangnya satu bulan yang lalu aku harus mengalami kecelakaan lalu lintas. Aku belum berani menemuinya, apalagi sepertinya aku terlalu berharap jika masih mengharapkan yoong masih mencintaiku.

Bagaimana dengan Jessica? Entahlah, aku pusing jika memikirkannya. Waktu itu dia menangis ketika aku membatalkan pernikahan kami. Tapi inilah kenyataannya, saat dimasa-masa aku sangat membenci yoong, saat itulah aku ingat kebersamaan kami berdua, dan tak bisa kupungkiri jika aku masih dan sangat mencintainya.
DONGHAE POV END


YOONA POV
Beberapa hari lagi adalah hari pernikahanku. Entahlah aku juga bingung dengan perasaanku ini. Aku sangat mencintai Siwon, sangat. Tetapi aku masih saja memikirkan perkataan eomma pada malam itu. Hah, aku bahkan sudah menyebutnya eomma, eomma yang memang tidak menyukaiku.

“Chagi, apa kamu sedang tidak enak badan?”

“Ah ani oppa” jawabku sambil tersenyum.

“Jika kau sakit , kita batalkan saja fitting gaun pengantin hari ini” katanya sambil mengangkat tangannya dan menempelkannya di dahiku.

“Gwaenchanayo”

Di hari-hari pernikahanku yang semakin dekat ini, tapi mengapa aku masih saja memikirkan hal-hal aneh. Setelah fitting hari ini aku semakin sadar jika siwon memang sangat mencintai dan menyayangiku. Dia juga seorang anak yang berbakti, tentu saja dia sudah bisa meyakinkan keluarganya untuk bisa menerimaku. Yak , mulai sekarang aku harus ber-positive thinking .Undangan sudah disebar, gaun sudah jadi, dan gedung pun sudah mulai dirancang , aku tidak ingin membebani pikiranku dengan pikiran-pikiran buruk yang justru akan membuatku sakit.
YOONA POV END


HENRY POV
Aissh, pasti dirumah tidak ada makanan. Tadi nunaa sudah mengirimiku pesan singkat jika dia akun fitting gaun pengantin . Kukayuh sepedaku dengan perlahan menikmati sepoi angin musim semi ini.

Tapi tiba-tiba aku melihat mobil yang parkir di depan rumahku. Saat aku melewatinya, wajahnya sangat kukenal. Ya itu si Jerk ! Lee Donghae !

Kenapa ia ada didepan rumah? Apakah ia ingin menemui nuna? Jangan harap dia akan menemuai nuna. Aku pun cepat-cepat masuk kedalam rumah sambil mencari-cari sesuatu yang semoga saja ada satu yang tertinggal.

Akhirnya aku menemukannya. Segera aku keluar rumah dan menyerahkan kepadanya.

“Ini untukmu” kataku sambil menyodorkannya.

“Henry, sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu...”  tapi aku lagi-lagi segera memotong perkatannya.

“Sudahlah, tidak usah berbasa-basi lagi aku hanya ingin bilang kalau hyung jangan mendekati nuna lagi. Dia akan menikah waktu dekat ini” kataku sambil pergi meninggalkannya.

GLEK

“Menikah?” gumamnya

“Oiya, jika kau ingin datang silahkan, tapi jika kau datang hanya untuk membuatnya meangis aku takkan membiarkanmu hidup hyung” kataku tanpa membalikkan badanku dan terus berjalan.
HENRY POV END

DONGHAE POV
Kubuka bungkusan yang diberikan Henry. Sebuah undangan pernikahan dan tertulis nama yoong sebagai pengantin wanitanya.

“Oiya, jika kau ingin datang silahkan, tapi jika kau datang hanya untuk membuatnya menangis aku takkan membiarkanmu hidup hyung” kata-kata Henry ini semakin membuatku sakit.

Yoong akan segera menikah? Ya dia menikah, dia memang telah sepenuhnya menghapusku dari memorinya dan hatinya.
DONGHAE POV END
*TO BE CONTINUE





1 komentar:

Radhiatul Adania mengatakan...

mau berbagi ff YoonHae di blog ku?
www.yoonhaeworld.wordpress.com ^^

Posting Komentar