Selasa, 03 Juli 2012

Love is Blind [Part 3]


Love Is Blind (Part 3)

Cast :

Park Jiyeon

Henry Lau as Park henry

Yoo Seung Ho

Lee Taemin

Type : Long story

Genre : Apaan ya genrenya? Readers tentuin sendiri ya ^^

Rating : 15+ * Yang umurnya dibawah 15 Author gak nanggung terjadi pendewasaan dini -__-v *

Language : Campuran Mian author lebih nyaman pake bahasa yang enggak baku dan garibet

Author : AG

Typo kemungkinan ada









Backsound : T-Ara – Fallin’ U





JIYEON POV



“Jiyeon-ah – Henry sebenarnya … kalian berdua sedang apa disini?” kata Na eun yang tiba-tiba memergokiku.



“Na eun, ….” Katakaku terbata-bata .



“..Jangan salah paham, dia adalah nae dongsaeng” kata Henry menjelaskan.



“ Dongsaeng? “kata Na eun kaget.



“ Ne” kata Henry lagi



Na eun lalu menyeretku kedalam toilet.



JIYEON POV END





AUTHOR POV



“ Mwoya? Berarti Park Henry itu adalah Oppamu?“ kata Na eun tak percaya.



“Ne “ kata Jiyeon menundukkan kepala.



“Kenapa bisa?” Naeun mulai bingung



“Eommaku menikah dengan Appa nya Henry” kata jiyeon menjelaskan.



“OMOOOOOOO~ KENAPA KAU TAK PERNAH MEMBERITAHUKU HUH?!”



“Miaan ;( “ kata jiyeon lagi.



“Ha..hahahaha itu bagus banget Jiyeon, tau gini aku kerumahmu setiap hari “ katanya cekikikan.



“Mwo?” kata Jiyeon yang masih bingung dengan tingkah sahabatnya itu.



“Pokoknya nanti sepulang sekolah aku mau kerumahmu” kata Na eun keluar dari toilet.



Jiyeon pun masih mematung di toilet ketika sahabatnya itu sudah meninggalkannya sendiri disana.



AUTHOR POV END





JIYEON POV



Aigoo~ Aigooo sepertinya ini adalah awal dari kehidupan baruku. Kehidupan tersiksaku .Kenapa Na eun harus tahu sekarang?Sepertinya ini bukanlah saat yang tepat untuk dia tahu hal ini.



Kulangkahkan kakiku dengan gontai masuk ke kelas.Sedari tadi Na eun hanya menanyakan si pabo terus. Mulai apa kebiasaannya, makanan kesukaannya, sampai ukuran celananya(?)



Hey, kenapa aku baru sadar jika Krys hari ini ternyata berangkat? Bukankah dia sakit? .Mukanya sangat pucat, tentu saja dia sakit.



Aku langsung menuju meja Krys dan menghiraukan ocehan Na eun yang takmau berhenti itu.



“Krys, bukankah kau sakit?” kataku basa-basi.



“Ah, anii .Gwaenchana aku hanya masuk angin biasa kok” katanya sambil tersenyum.



Apakah Seung ho oppa tidak memberitahukan penyakitnya?Dan kenapa krys masih masuk ke sekolah ?Padahal seharusnya dia mendapatkan perawatan yang intensif.Banyak sekali pertanyaan yang mengerubungi otakku selama di sekolah.





RING DING DONG



“Jiyeon, aku ikut kerumahmu lho.Kan kau tadi sudah janji padaku” kata Na eun bersemangat.



“Iya iya, kajja”



“KRYS..BANGUN KRYS….” Terdengar teriakan dari dalam kelas.



Aku langsung berlari kedalam kelas. Dan omooo krystal pingsan. Disana ada yoo seung ho oppa yang menggendongnya sambil berlari keluar kelas.Suasana sekolah seketika menjadi kepanikan. Tidak hanya para siswa yang panic , tetapi para guru pun juga dan segera membera pertolongan.



“Seung ho oppa sangat perhatian kepada krys” Na eun bergumam tetapi langsung menutup mulutnya.



“Gwaenchana Na eun.Kau memang benar, seung ho oppa sangat mencintai Krys” kataku sambil berjalan keluar kelas.





JIYEON’S ROOM



“Jiyeon mianhe~ mianhe aku tadi berbicara yang sudah menyinggungmu” kata Naeun.



“Anii, yang kau katakan itu benar.Mungkin aku harus lebih realistis sekarang.Apalagi sekarang Krys sakit” kataku memelankan suaraku.



“Krys sakit?” kata Na eun lagi.



“Ne, dia terkena leukima stadium 3 akhir” kataku lagi.



“Mwooo?! Leu..leukimia? stadium 3 akhir? Kenapa kau tidak memberitahuku lagi? Sepertinya banyak hal yang tidak aku ketahui “



“Aku juga baru tahu kemarin, saat aku check up”



“Hey jiyeon-ah apa kau tahu dimana buku resepku” kata henry yang tiba-tiba masuk ke kamar.

“Oppa~ “ kata Na eun yang langsung mendekati henry.



Na eun memanggil Henry dengan sebutan OPPA? HA-HA bahkan umur Na Eun tebih tua dari henry dan dia tahu itu, tetapi Na eun dengan Henry sangatlah manja dan cari perhatian terhadap di pabo itu! Sumpah aku jadi geli!



“Molla, Mollayo” jawabku ketus.



“Buku itu berwarna coklat, dan aku letakkan disana” katanya lagi.



“MOLLA” kataku menekankan, kemudian aku keluar kamar sambil membawa bungkus sampah.



“Jiyeon-ah mau kemana kau” kata Na eun membuntuti ku.



“Mau membuang sampah, kenapa kau tidak dikamar bersamanya huh?”



“Kenapa kau begitu kasar dengan oppamu sendiri?Dan apa ini yang mau kau buang?” katanya menunjuk plastic sampah yang kubawa.



“Oh ini hanya sampah” kataku sambil membuangnya dan masuk kedalam rumah lagi.





Tiba-tiba ada mobil yang masuk, dan itu eomma dan appa.



“Eomma, Appa “ kataku sambil memeluknya.



“Apakah kau sudah sehat” kata Appa sambil mengecek tanganku.



“Ne appa” kataku lagi.



“Oh, ada Na eun disini.Mari masuk Na eun. Kita makan malam bersama” kata eomma .



“aniiajhumma, saya mau pulang saja” kata Na eun menolak.



“Ayolah, ini hanya makan malam” kata Appa lagi.



“Oh ne ajusshi” kata Na eun tak bisa menolak.



Saat eomma dan appa masuk ke rumah, Lagi-lagi Na eun menyeretku keluar rumah. Aishh ada apa lagi dengan anak ini huh?



“Mwo?Apakah itu appa tirimu?Henry appa? “



“Ne, wae?”



“Omoo dia sangat tampan!” katanya lagi.



GUBRAK! Ternyata kesan pertamanya terhadap Jung So ajusshi sama sepertiku kk~



“Dia punya babyface yang sangat baik jiyeon-ah.Beruntunglah kamu dan ajhumma mempunyai appa dan suami sepertinya” katanya lagi.



“Hahaha ternyata itu yang mau kaubicarakan.Awal pertama aku melihatnya juga berpikir sama sepertimu!” kataku cekikikan.



“Geudae, mengapa wajah ajusshi berbeda dengan wajah henry?” katanya lagi.

“Karena Henry mewarisi ibunya”



“Ohhh, berarti ibunya mempunyai gen yang sangat baik juga ^^ “ katanya sambil masuk ke dalam rumah.





“Ayo Na eun makan dengan baik ” kata eomma sambil memberikan nasi ke Na eun



“Wow neomu mashitta !“ kata Na eun lagi.



Na eun tahu benar membuat orang lain bahagia. Walaupun memang masakan eomma enak, tetapi tidaklah seenak ini. Tapi sebentar, sepertinya ini bukan masakan eomma



“Haha, ini bukan ajhumma yang memasak , tetapi Henry”



“UHUUK..” sial aku tersedak.



“Jiyeon cepat minum ini” kata eomma lagi.



Ini masakan henry?Berarti si pabo itu memang bisa memasak? Dan sialnya aku harus mengakui bahwa ini sangaat enaak ~_~



“Jinja? Oppa ini sangatlah enak” kata Na eun sambil memberi thumbs up ke henry.



“Henry memang punya bakat memasak sejak masih di sekolah dasar” kata Appa menambahkan.



Kenapa aku baru tahu hal ini hah?Aishh mengapa juga aku harus tahu?Toh ini juga masalah yang gak penting.







“Ajusshi, ajhumma gomawo , saya mau pulang sekarang” kata na eun .



“Kau mau naik apa?” kata eomma.



“naik taksi ajhumma”



“Biarlah Henry yang mengantarkanmu pulang, tidak baik seorang yeoja sendirian diluar , apalagi malam-malam seperti ini.” Kata appa.



“Tidak perlu ajusshi” kata Na eun.



Dasar Na eun, bilang aja yes atau gimana gitu. Jaga image banget di depan eomma-appa -__- NGEK!

“ Henry cepatlah antar dia” kata eomma lagi.



“Ne omma” kata Henry masuk kek dalm garasi untuk mengeluarkan mobil.



“Haha kenapa kau malah bengong disitu?Kamu tidak ikut mengantar Na eun?“ kata appa kepadaku.



“mwo?” Aku juga bingung, kenapa aku jadi seperti ini.Jantungku rasanya sedikit sesak, dan berdetak lebih keras.Huaaah ani, sepertinya aku memang masih sakit.Kenapa juga dengan jantungku ini?Ini pasti pengaruh obat yang aku minum tadi.



“Anii~ biar henry saja yang mengantar, gwaenchana?” kataku pada Na eun.



“Gwaenchana, kau lebih baik beristirahat jiyeon” katanya sok perhatian dan masuk ke dalam mobil.



“Jaljayo” kata eomma saat mobil yang dikendarai henry keluar dari rumah.



Dasar Na eun, baru saja pergi dia sudah mengirimiku pesan singkat





From : Na eun

Gomawo untuk tadi, aku tahu kau pasti akan memberikanku waktu

untuk berduaan dengan henry oppa ^^





Kulempar handphone ku ke tempat tidur, dan merebahan tubuhku. Apakah Na eun lebih dari seorang fans dari henry? Apa dia menyukainya? Aishh jinja~ sepertinya pikiranku sedang kalut.Aku bergegas kekamar mandi dan mencuci kedua mukaku agar pengaruh buruk henry tidak menempel kepadaku dan membawa aura buruk.



BIB PIP BIB PIP



Ada sms masuk.Baru kulihat dari layar handphone, ternyata itu Na eun.Aishh kumatikan handphone ku, kubuka batrenya dan kuletakkan dibawah bantalku. Pasti dia Cuma mau pamer lagi ---.---







Entah kenapa pagi ini disekolah sangatlah ramai. Padahal kemarin, satu demi satu wartawan yang sering nongkrong(?) di depan sekolah sudah mulai pergi. Tetapi kenapa ini? Ini menjadi semakin banyak dari yang pertama!



“Hey Jiyeon-ah”



“Na eun, kenapa ada banyak sekali wartawan?” kataku bingung.



“Kau belum membuka smsku semalam ya?”



“Sms apa?Kau dengan Henry?”



“Ppaliwa buka sekarang” katanya lagi.



Kubuka handphoneku dan segera membuka sms dari Na eun.



“Jinja?Apa ini benar?” kataku kaget.



“Ne, itu asli ” jawabnya berbisik.



Ternyata semalam ada banyak sekali pics yang tersebar di berbagai forum tentang ciuman “HOT” Taemin dengan Suzy ! Bahkan Na eun sempat-sempatnya mengirimkan dalam bentuk mms gambar ciuman itu -.- ckck





Sepertinya sekolahku sudah tidak kondusif lagi.Bagaimana kita bisa belajar jika diluar banyak sekali wartawan yang sangat berisik. Alhasil sampai saat ini kegiatan belajar juga belum dimulai padahal sudah jam 10 KST.



“Na eun-ah , Lee Taemin hari ini masuk atau tidak?” tanyaku



“Hmm, setauku tidak.Mana mungkin dia datang, pasti agensiny melindunginya. Apalagi beberapa hari lagi SHINee debut”



“Tapi kenapa masih banyak wartawan di luar?”



“Mungkin mereka tidak percaya jika Taemin tidak masuk hari ini” katanya lagi sambil mengunyah coklat.



Aku masih heran kenapa para wartawan itu ingin tahu saja kehidupan pribadi seseorang.Padahal semua orang itu punya privacy sendiri-sendiri.Dan para agensi kenapa juga seenaknya menyuruh artisnya? Apa mereka robot yang bisa dipermainkan hatinya ?



“Hey semuanya, minta perhatiannya” teriak Hye Sun



“Sepulang sekolah nanti aku berencana untuk menjenguk krys di RS, apa kalian ingin ikut denganku?”



Semua anak-anak di kelas menjawab akan ikut, bahkan kata Hye Sun tim basket dan baseball akan ikut juga. Krystal sungguh sangat beruntung. Dia cantik, baik , ramah tentu saja banyak namja yang terpikat padanya . Jujur aku iri dengannya, apalagi saat dia bersama Seung Ho oppa ;(



“Kau akan ikut?” bisik Na eun padaku.



“molla”



“Jiyeon…”



“Gwaechana, tapi sebaiknya aku ikut saja” kataku mencoba tersenyum.



“Tapi..” perkataan Na eun langsung kuputus.



“Aku sudah tidak menyukai Seung Ho oppa lagi” kataku berbohong dan mencoba tersenyum.

“Geotjimal”



“Anii… aku memang sudah tidak menyukainya.Apalagi sekarang krys sedang membutuhkannya” kataku sambil membereskan bukuku.



Tentu saja itu salah.Beberapa malam yang lalu aku sudah menangis sepuasnya.Aku harap Henry pabo itu tidak mendengar tangisanku. Mungkin aku selama ini adalah yeoja yang pasif, tapi apa dayaku? Aku sudah mencoba mendekati Seungho oppa semampuku.Tapi mungkin aku juga kurang berusaha. Aku juga tak secantik Krys dan aku bodoh T.T







Saat di rumah sakit tiba-tiba kami melihat bayak sekali namja yang sudah berada dalam ruangan krystal.



“Omoo apakah aku tidak salah lihat? Banyak sekali namja tampan yang menjenguk krystal !” bisik Na eun padaku.



Memang iya yang dikatakan Na eun , banyak sekali namja yang ikut . Dan mereka memang tampan!

“Oppa kau juga ikut?” teriak Na eun takpercaya.



Hah? Si pabo itu juga datang? Ternyata dia menyukai krystal juga -.-



“Kalian berdua sedang apa disini?”



“Mau numpang mandi” jawabku asal.



“Mwo?”



“Aishh, anii oppa~ kita mau menjenguk krystal. Dia kan teman sekelas kami” kata na eun dengan gaya bicara manja yang ia buat-buat.



Aku juga bingung , kenapa akhir-akhir ini na eun menjadi sosok yang alay bin lebay(?) Jika sedang bicara dengan henry suaranya berubah jadi lembut, sok manis, dengan bibir yang agak dimonyong- monyongkan dan dia berbicara agak sedikit mendesah zzzz-



Apalagi jika na eun memanggilnya dengan sebutan Oppa. Kata oppa yang ia ucapkan selalu membuat perutku sakit dan mual. Dan tingkahnya selalu membuat kepalaku pusing. Apakah Henry memakai susuk ? Karena itu terjadi tidak hanya pada na eun, tetapi pada semua yeoja yang mengidolakannya. Jika iya berarti aku harus bersyukur bahwa imanku masih kuat dari radiasi susuk Henry.



“Ohh” jawabnya singkat.



“Apa kamu teman Krystal oppa?” kata Na eun sambil bergelayutan di tangan hennry.



“Ne, dia temanku sejak di sekolah dasar” kata Henry sambil melihatku.



Kenapa dia berkata hal itu sambil melihat ke arahku? Oh aku tahu pasti dia menyukai krys! Pantas saja waktu itu dia membanding-bandingkan krystal denganku (baca part2).



“Mwo?Berartikau teman dekatnya?” kata Na eun lagi.



“Bisa dibilang begitu” jawab henry.



“Na eun apakah kamu mau ikut aku ke toilet?Tipa tiba ku ingin muntah ” kataku pada Na eun.

“Ne Jiyeon-ah”





“Jiyeon, apa kamu juga tidak tahu bahwa Krys dan Henry sudah berteman lama”



“mollayo” jawabku sambil mencuci mukaku.



“Apakah oppa menyukai Krystal?” katanya dengan wajah takbersemangat.



“mollayo” jawabku lagi.



“Aissh jinja, kau ini daritadi hanya menjawab mollayo..mollayo” Na eun sebal dan meninggalkanku.

“Hey Na eun tunggu” teriakku.





“Mwo? “ terdengar teriakan dari ruang dokter.



Itu adalah suara seung ho oppa! Ya !dan dia berada didalam ruang dokter ini lagi. Aku pun menguping pembicaraan antara oppa dan dokter (lagi) *kebiasaan buruk jiyeon kk~*



“Hey Jiyeon-ah kajja kajja” kata na eun lagi



“Ssst “ jawabku sambil menempelkan telunjukku ke bibirnya.



“Ne, Penyakit Krystal sudah masuk ke stadium 4 awal, dan ini sudah sangat berbahaya” dokter itu menjelaskan.



“Tolong dok, lakukan yang terbaik. Saya sudah berjanji untuk menjaganya”



“Jalan satu-satunya adalah operasi sumsum tulang belakang yang pas dengannya, atau tidak nyawanya………”



“Jiyeon..Krystaal stadium 4” Na eun ikut lemas mendengar perkataan dokter tadi.



“Na eun kajja, kita jangan disini” kataku sambil memapah na eun pergi.



Krystal sudah masuk ke stadium 4 awal. Aku sendiri tak tahu harus berkata apa.



Tiba-tiba aku melihat Henry menyeret seseorang ke belakang rumah sakit.



“Na eun –ah ppaliwa!Kataku menyeret Na eun yang msih lemas itu.



Omoo itu Henry dan Lee taemin. Henry memukuli taemin berkali kali dan Taemin tidak bisa melawan!



“Bukankah kau sudah berjanji padaku akan menjaga krys dengan baik huh? Tapi apa kenyataannya?” teriak henry dan memukul perut taeminlagi .



Berarti Henry sudah mengenal Taemin dengan baik!



“Henry hentikaan ! “ teriakku.



“Hah apakah ini bisa menyelesaikan semuanya dengan kau memukulinya huh?” teriakku sambil melepaskan genggaman tangan henry di kerah Taemin.



“Dan sepertinya kalian adalah sahabat.Apakah kalian seperti ini gara-gara Krystal? Kalian seharusnya dapat bekerjasama apalagi sekarang Krystal sedang sakit!” teriakku lagi



“Taemin pakailah ini “ aku mengeluarkan hoodieku untuk menutupi wajahnya .



“Dan kau PARK HENRY kau sungguh kekanak-kanakan!” kataku membawa taemin pergi.



Dasar na eun, dia kali ini tidak mengikutiku tapi dia malah mengkhawatirkan si pabo itu. Padahal sudah jelas bahwa Taemin yang terluka disini.



“Gwaenchana?” kataku sambil membersihkan luka Taemin dengan tissue.



“Hm, ne” jawabnya sambil meringis menahan rasa sakit.



Omo kulit namja ini sungguhlah halus. Kulitnya putih dan halus seperti bayi !Mungkin ini juga sebagai investasinya menjadi seorang public idol.



“Apa aku harus mengantarmu?”



“Tidak perlu, aku sudah menelpon staf SMENT agar kesini”



“Oh ne”



“Gomawo…”



“Jiyeon, park jiyeon” kataku.



“Gomawo park jiyeon” kata Taemin dengan senyumnya yang sangat cute itu





Kali ini aku semakin yakin dengan spekulasiku tadi, yaitu Henry memang menyukai krys, dan ia memperebutkannya dengan Taemin. Tapi sayangnya Yoo seung ho oppa lah yang menang -__-



Sejak kejadian siang itu, aku belum berbicara dengan Henry. Aku malas berbicara dengan namja yang suka berkelahi! Sudah dua hari sejak kejadian siang itu berlalu aku belum berbicara dengannya. Bahkan aku juga malas berbicara dengan Na eun , dan memilih mendengarkan lagu saat Na eun memulai ocehannya.



“Jiyeon, hey jiyeon” Nae un menggoyang-goyang tubuhku.



“Wae?” kataku agak malas.



“hari ini krys operasi sumsum tulang belakang. Apa kamu mau kesana?” tanyanya.



“Hari ini??Molla.Aku sedang tidak enak badan” jawabku kembali meletakkan kepalaku dimeja.





RING DING DONG bel pulang sekolah..



“jiyeon-ah gwaenchana?”



Aku menoleh kebelakang untuk mencari sumber suara itu.



“Gwaencha..” deg! Yoo seung Ho oppa lah yang mengkhawatirkanku!!



“Tapi sepertinya wajahmu pucat” tanyanya lagi sambil memegang dahiku.



Jiyeon ingat, seung Ho oppa itu milik Krys sekarang.Mungkin dia seperti ini hanya karena aku teman Krystal.





“Emm..gwaenchana” jawabku sambil melepaskan tangannya yang menempel di dahiku.



“Syukurlah” jawabnya lagi. Omoo dia tersenyum!



“Apa kau mau ikut denganku menjenguk krystal hari ini? Hari ini dia menjalani operasi” tanyanya lagi.



Apa-apaan ini? Bukannya kencan yang ia pinta, tapi menjenguk krystal yang tak lain adalah rivalku sendiri ;(



“Ne” jawabku pelan.Sungguh, aku tidak bisa menolak pintanya ;(





Sepanjang perjalanan dari sekolah sampai ke rumah sakit, Seung Ho oppa sangatlah perhatian.Dia mencarikanku tempat duduk di bis.Dan sesekali mengajakku ngobrol. Tentu saja aku tidak boleh berharap lebih selain ia menganggap aku teman dari yeojachingunya.



Ternyata operasi Krys merjalan sesuai rencana.Kulihat rona bahagia diwajah Seung ho oppa yang mendengar itu.Sedangkan aku? Aku tidak tahu aku harus bagaimana T___T



“Oppa aku pulang dulu ya, ini sudah sore”



“Bahkan kau belum makan. Mari kita makan bersama terlebih dahulu” pintanya



“Aku bisa makan di rumah” jawabku meneolak.



“Ayolaah..ajaknya sambil menggandeng tanganku”





Saat makan, aku rasa suasanaku dengan Seung Ho oppa menjadi sangat canggung.Tentu saja aku sudah mencoba untuk menutupi perasaanku padanya.Ini tidak baik untukku jika aku terus mengharapkannya. Setelah makan, kita pergi ketaman dekat rumah sakit .



“Maukah kau menjadi nae yeojachingu ?” .



“Mwo?” jawabku kaget.



“Ne, dpatkah kita berkencan?” kata seungho lagi.



Aku melihat wajahnya, dia tulus. Tapi ini tidaklah benar! bagaimana dengan krys?



“Krys-tal?” kataku gugup, karena dia



“gwaenchana, dia suka padamu” katanya lagi kemudian memegang tanganku?



Apa maksudnya? Apa ini? Aku masih mematung dan melihat matanya indahnya.



Dia tersenyum lagi dan menambahkan “ Krystal itu adikku” sambil menambah erat genggamannya di tanganku.



Aku hanya bisa menjawab dengan anggukan saja. Sungguh saat ini hatiku seperti .. aneh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata , hatiku berdetak 100 kali lebih cepat dan berdesir. Ya tuhan apakah ini normal?



“Gomawo” bisiknya lagi dan ia kini telah menjadi sangat dekat denganku. Wajahnya yang lembut, senyumannya yang manis, matanya yang lelah kini sangat jelas terlihat. Aku pun terbawa suasana dan mulai memejamkan mataku...



PRAANG................

Terdengar suara kaca pecah dibelakang kami.



“Ternyata ada kucing nakal” kata Seung Ho oppa sambil mengecup singkat pipiku.



Omoo-omooo bahkan aku sekarang rasanya sangat sesak, jantungku pun sudah sangat tidak normal , semuanya seperti dream comes true ^^





Pulangnya, aku dibonceng motor oleh seungho oppa.Bahkan aku masih belum percaya kalau ini akan terjadi ~



“Idih, anak eomma sepertinya senang sekali hari ini” kata eomma.



“Ne eomma..”baru mau mengatakan kejadian hari ini perkataanku sudah dipotong oleh appa.



“Siapa teman berkelahi henry Jiyeon?”



“Mwo?”



“Yeobbo sudahlah, kau jangan memarahi Henry terus”



“Ha?” aku masih bingung.



“Henry tangannya terluka,wajahnya pun ada banyak plester. itu pasti karena dia berkelahi. Kebiasaan lamanya muncul lagi” kata appa menahan amarah.



Apa mungkin dengan Taemin? Apakah dia berkelahi lagi dengan Taemin?



“Molla, mollayo aku tidak tahu apa-apa”





Malam ini Henry hanya diam saja , saat makan malam pun dia juga tak mengeluarkan sepatah kata saat appa memarahinya.



Saat tidur pun iya. Aku tahu dia belum tidur, dia melamun dan matanya mengatakan dia sedang terluka saat ini.



“Hey henry, gwaenchana? Apakah lukamu baik baik saja?” kataku khawatir



JIYEON POV END





-TBC-





PREVIEW NEXT EPISODE



HENRY POV



Gwaenchana? Itu yang dia katakan? Ini tidak seperti yang kau bayangkan. Bahkan aku lebih baik mendapati seluruh tubuhku perih seperti ini, dari pada hatiku ini yang menahan sakit.



Luka? Bahkan puluhan luka ini tidak bisa dibandingkan dengan luka hatiku yang sudah semakin dalam ini. Aku terlalu mencintaimu sejak dulu !sejak sepuluh tahun yang lalu !!! , tapi kenapa aku tidak bisa menunjukkan dan mengungkapkannya? Aku terlalu bodoh dalam hal ini,bahkan anak kecil pun bisa mengungkapkan rasa sayangnya kepada yang ia sukai. Hewan pun begitu, mereka pasti melindungi setiap orang yang ia cintai, tapi kenapa aku tidak bisa dan justru selalu menyakitinya? ya tuhan kenapa aku bisa sebodoh ini?”



HENRY POV END







Siapakah yang dimaksud oleh Henry? Krystalkah?



Bagaimana kelanjutan hubungan Jiyeon dan Seung ho?



Bagaimana juga hubungan Krystal dan Taemin?



Saksikan pada chapter selanjutnya



Buat readers yang ngerequest Henry POV, Henry POV nya udah mulai ada pas chapter besok, tapi chapter ini udah ada sedikit previewnya



Annyeong~ *Author dadah bareng kyuhyun*

2 komentar:

Dear_Dhiyah mengatakan...

Henry ga brother complex kan thor ???
wiihh ,, Jiyeon chukkae ^__^

ai yu mengatakan...

wow wow wow,,,
keren crita a,,
tp thor kok g ad smbungan a y thor,,,
smbung dunk thor,,,

Posting Komentar