Rabu, 25 April 2012

(Oneshoot) Heaven

Title : Heaven
Cast :
• Han Geng/Han Kyung
• Yoon eun Hye
• Kim Jong Woon
Rating : PG 14
Genre : lagi lagi genrenya Angst, AU
Lenght : One shoot
Author : Ryeoseob97
Point of View : Mix (author, hangeng, Yoon Eun Hye)
Back sound :
JYJ – In Heaven
Lee Ki chan - Painful hope


WARNING!!!
banyak Typo, banyak banget kekurangannya.. dan cerita agag gaje!! Don't copas!! ama buat Silent readers.. semoga cepet dapet petuah (??) deh dari yang maha kuasa xDkalo perlu ss4nya gag jadi *kejam



***
Author pov

Yeoja manis itu menatap sebuah foto dengan tatapan sayu, matanya yang sembab terlihat jelas dari wajahnya. Sebuah raut kelelahan juga terpacar dari wajahnya. Buliran bening itu meluncur dengan indahnya dari matanya membuat bawah matanya sedikit perih.

“kenapa kau harus pergi… wae!! Waeyo!!!” teriaknya frustasi. Ditatapnya foto itu. Fotonya dengan seseorang yang sangat di cintai, namja itu, namja China yang sangat dia cintai, Hangeng.
“oppa… hikkss… oppa!!!” suaranya mengema. Matanya yang sembab itu dia edarkan keseluruh sudut rumahnya. Hampir semua dinding disana terpanjang fotonya dengan Hangeng, namja yang sudah beberapa tahun belakangan ini mengisi ruang hatinya. Tak cuman itu, beberapa barang barangnya dengan hangeng pun tergeletak tak teratur.

Rambutnya yang sebahu terlihat kusut, pakaiannya bahkan sudah tak rapi. Dia melangkahkan kakinya dengan gontai menuju depan TVnya, memasukkan sebuah dvd dan memutarnya. Butiran butiran air mata itu kembali meluncur dengan derasnya.
“Hangeng oppa, bogoshipoyo~”


***

Hangeng PoV

Didepanku sekarang terlihat dia, dia yang menangis sejak hari kematianku kemarin. Aku ingin menyentuhnya namun tak bisa. Lalu kalian pasti bingung, aku memang sudah mati.. tapi entah kenapa rohku belum bisa masuk kedunia yang paling atas. Mungkin inilah takdir Tuhan.
“Eun Hye-ah.. jangan menangis..” kataku pelan, namun aku berbicara keras atau tidak itu tetap sama saja.. dia tak akan bisa mendengar suaraku

Eunhye memutar sebuah video, aku tau itu video apa.. saat itu memang kami sedang membuat sebuah video kenangan.. satu hari sebelum aku meninggal dan itu benar, itu adalah sebuah video kenangan yang pertama dan terakhir..

“Hangeng oppa, bogoshipoyo~” katanya pelan, tak bisakah kau berhenti menangis Hye Yeon-ah? Tak bisakah kau berhenti, melihatmu seperti ini membuat hatiku sakit sekali.. aku memukul mukul dadaku pelan untuk menghilangkan sedikit rasa sakitku, tapi tetap saja hatiku sangat sakit…
“eun hye-ah uljimayo…”

Mataku membulat sempurna saat melihat dia berdiri dan pergi kearah dapur lalu mengambil sebuah pisau, dadaku bergemuruh dengan cepat.. bagaimana dia bisa senekat itu
“aku akan menyusulmu oppa,… tunggu aku.. kita pasti akan bersama lagi..” katanya pelan dengan linanagan air mata
Andwae! eunHye-a kau gila! Kau benar benar!! Aku mencoba memegang tangannya namun itu sia sia saja! Ohhh Tuhan tolong aku…

“oppa….” Katanya pelan, pisau itu terjatuh kelantai begitu saja.. tangisnya pecah seketika..
“mianhae… jeongmal mianhae… aku tau aku salah, aku benar benar bodoh bila aku melakukan ini bukan? Aku benar benar gila bukan! Karena aku memang gila oppa! Aku gila karenamu. Lalu kenapa kau pergi secepat ini !! waeyo!!!” sekarang aku benar benar menjadi seorang laki laki yang tak pantas disebut laki laki, bagaimana mungkin aku tega meninggalkan seorang yeoja seperti dia.
“mianhae eunhye…”

“oppa!! Aku baru saja mendengar suaranya.. oppa dimana kau!! Hangeng oppa!!” tunggu, dia baru saja mendengar suaraku?

***

Yoon eun Hye poV

“mianhae… jeongmal mianhae… aku tau aku salah, aku benar benar bodoh bila aku melakukan ini bukan? Aku benar benar gila bukan! Karena aku memang gila oppa! Aku gila karenamu. Lalu kenapa kau pergi secepat ini !! waeyo!!!” hikss… ku benar benar tak tahu, walaupun aku mengakhiri hidupku sekarang belum tentu aku bisa bertemu dengan Hangeng..
Hikss… aku benar benar gila, oppaaaa T,T

“mianhae eunhye…” aku benar benar tak salah dengar, ini adalah suaranya… ini adalah suaranya!!!
“oppa!! Aku baru saja mendengar suaranya.. oppa dimaa kau!! Hangeng oppa!!” aku benar benar tak gila, aku dengar suara itu dengan jelas… aku tau itu bukanlah halunasiku tapi selama apa aku mencarinya aku tak bisa menemukannya disudur ruangan manapun..

| Flashback |

“jangan menangis lagi eun Hye-ah… jangan menangis…” Hangeng oppa melihatku dengan tatapan hangatnya, entah kenapa saat aku disampingnya aku tak bisa berkata apa apa, matanya yang indah itu seperti menyelimutiku dengan kehangatan. Kuanggukkan kepalaku, lalu memeluk dada bidangnya
“aku tak akan menangis bila kau ada disampingku oppa…” jawabku lirih
“hahaha… aku juga tau itu.. kalau begitu aku akan disampingmu selamanya…”
“jeongmal?” hangeng oppa menganggukkan kepalanya, entah kenapa setiap kata yang terucap dibirnya membuat aku senang dan nyaman
“yakso!”
“yakso!”

| Flashback end |

***

Hangeng Pov

“oppa oppa! Kau sudah berjanji dulu!!!” aku melihatnya tertidur, bagaimana bisa dia menangis dan mengigau saat tidur seperti itu?
“mianhae…” kata itu yang bisa aku ucapkan saat ini, Tuhan.. kenapa kau membuatku seperti ini, kenapa kau membuatku seperti ini dan membuatku melihat bagaimana tersiksanya Eun hye tanpaku, tanpa bisa menyentuh dan menghiburnya…
Aku duduk disamping tempat tidurnya, air mata yang dulu tak pernah meluncur hingga membuat wajah cantiknya itu bengkak kenapa malah sekarang turun.. kenapa harus seprti ini..

Aku rebahkan tubuhku disampingnya, memiringkan tubuhku menatapnya… seandainya aku tak mengalami kecelakaan saat itu mungkin sekarang aku sudah melamarmu dan kita menjadi sepasang suami istri… saat aku menyematkan sebuah cincin di jari manisnya.. saat aku mengecup bibirnya.. saat kami mengucapkan sebuah janji suci…
Tapi yang aku tahu sekarang, itu hanya sebuah mimpi….

***

Yoon Eun Hye PoV

Aku mengenakan sebuah dress berwarna putih selutut,.. dimana ini? Tak ada seorangpun disini! Aku hanya bisa memandang rerumputan hijau yang memanjang, semuanya benar benar aneh disini, sampai aku melihat seseorang. Dia berlari kearahku, namja itu…

“Eun Hye-ah!! Kau disini rupanya…. Aku mencarimu dimana mana..” katanya dengan sedikit ngos ngosan
“Han… hangeng oppa..” kataku, kusentuhkan kedua tanganku di pipinya… dan ini benar benar Hangeng oppa!
“hahahahah… apa maksudmu eun Hye-ah.. aku memang Han Geng, kau seperti melihat seorang hantu..”
“oppa!!” kupeluk dia, aroma khasnya benar benar, oohh jeongmal bogoshipo Hangeng oppa…
“jangan menangis eun hye-ah..” katanya sambil mengelus rambutku dengan tangannya
“aku tak akan menangis bila kau ada disampingku!!”
“tapi aku harus pergi!!”
“tapi aku tak bisa hidup tanpamu!” tegasku, dia sedikit mengambil nafas berat
“aku sudah tak bisa disini lagi, ini bukan tempatku Hye-ah.. kau harus bisa hidup tanpaku, kau harus bisa!! Kita pasti akan bertemu, tapi bukan untuk sekarang… kita pasti akan bertemu suatu saat nanti.. kau harus tau itu..”
“shireo!!” perlahan namun pasti Hangeng oppa melepaskan pelukanku, walaupun kutahan agar itu tak terlepas tapi apa daya kekuatanku tak lebih besar dari kekuatan Hangeng oppa.. dia berjalan mundur meninggalkanku dengan sebuah senyum yang menghias di wajahnya.. ingin sekali aku berlari mengejarnya tapi semua tubuhku terasa kaku, semuanya benar benar tak bisa digerakkan..

Dan saat itu pula aku menyadari, tubuh Hangeng oppa semakin lama semakin menghilang..
“Andwae!! Han oppa jangan tinggalkan aku!! Oppa!! Andwae!! Andwaeeeeeee!!!!”

***

“Annddwwwaeeeee!!.. hosh hoshh hosshh..” aku baru menyadari ini semua mimpi, tapi semua itu seperti kenyataan. Keringatku menetes. Kenapa semua itu seperti kenyataan? Saat aku memegangnya.. saat aku berbicara padanya.. dan setiap detik itu! Itu benar benar tak seperti mimpi!!
“Arrgghhhhh!!!” teriakku frustasi.

Kulangkahkan kakiku, manic mataku melihat sebuah buku yang benar benar tak asing olehku.. buku itu.. kubuka perlahan sampu depannya… sudut bibirku melengkung ke atas. Buku ini, album fotoku bersama dengan Hangeng oppa..

***

Author POV

Yeoja manis itu masih menangis… walaupun begitu dia juga tersenyum saat melihat album fotonya dengan seseorang yang bahkan dia tak sadari juga sedang duduk disampignya. Hangeng mencoba mengelap setiap tetes air mata yang mengalir dari sudut mata eun Hye tapi itu sama saja karena tangannya tidak akan bisa menyentuhnya
“Saat itu kita benar benar bahagia kan oppa? Aku masih ingat betul saat aku mengerjaimu pada hari ulang tahunmu.. aku sangat suka wajahmu yang sedang marah padaku oppa… aku sangat merindukanmu,,,..” eun hye berkaata dengan lirih, tangannya yang lentik dia tempelkan pada setiap fotonya bersama hangeng

“kau tak hanya seoarang kekasih bagiku oppa, tapi kau adalah orang tuaku. Bukankah kau tahu sejak kecil aku tak merasakan kasih sayang kedua orang tuaku.. dan saat kau datang, aku baru merasakan kasih sayang.. aku benar benar kesepian sekarang apa kau tahu..?”

Hangeng menatap eun Hye dengan tatapan sayu, dia memang tahu kedua orang tua Eunhye tidak memperhatikan eunhye karena sibuk dengan pekerjaannya tapi dia benar benar tak menyangka kehadirannya benar benar berarti bagi eun hye..

“eun hye-ah… bisakah kau tak menangis… majulah kedepan hye-ah!!”
“aku benar benar tak bisa hidup tanpamu oppa, aku benar benar tak sanggup..” eun hye terus berkata.. hingga bunyi bel apartemennya berbunyi. Sedikit mengelap air matanya lalu berjalan dan membukakan pintu.

Dahinya mengerut saat mengetahi siapa yang ada dibalik pintu itu..
“Yesung?”
“apakah aku mengganggu?” Yeoja manis itu hanya menggeleng pelan, dia mempersilahkan Yesung untuk masuk kedalam. Kim Jong woon atau biasa disebut yesung, Namja itu adalah teman Kuliahnya bersama Hangeng.. atau bisa dibilang mereka bertiga (Yesung, Hangeng, eunhye) adalah sahabat dekat mengingat Hangeng dan Yesung satu apartemen.

“anniyo.. ada yag ingin kau tanyakan?”
“ahh itu, aku hanya ingin memberikan ini untukmu… petugas penyelidik menemukan ini saat kecelakaan. Mereka bilang ini ditemukan disamping badan Hangeng..” Yesung memberikan sebuah kotak berwarna merah itu pada Eun hye…
“dan sebenarnya… satu hari sebelumnya Hangeng berbicara padaku kalau….” Yesung menarik nafas berat. Dia sebenarnya juga menyimpan rasa pada Eun hye.. tapi semua rasa itu dia pendam, dia tahu bahwa eun Hye dan Hangeng saling mencintai..
“dia ingin melamarmu Yoon eun Hye..” katanya lirih, Eun Hye menatap kotak itu degan tatapan kosong,
“jadi dia meninggal karena saat itu dia ingin melamarku? Jadi karena itu? Dan karena itu pula sekarang dia telah pergi?” eun hye menggigit bibir bawahnya. Dadanya sakit.
“Jadi semua ini gara gara aku..”
“tidak eun hye-ah..”
“ini semua salahku!!”
“aaaarrggghhhhhhhhhhh ini semua salahku!!!”
Eun Hye berteriak, air matanya itu mengalir lagi. Sekarang hatinya benar benar sangat sakit. Hangeng, namja itu meninggal karena dirinya! Namja itu meinggal karena dirinya! Lalu semuanya telah terjadi… jadi siapa yang patut disalahkan? Eun hye?
Eun hye berlari keluar meninggalkan apartemennya, meghiraukan teriakan Yesung yang terus memanggilnya. Pikirannya benar benar kosong. Dia ingat seminggu yang lalu memang dia meminta Hangeng untuk cepat melamarnya… dia benar benar ingat itu benar benar kesalahannya

| Flashback |

“kapan kau akan melamarku oppa?”
“kau ingin secepatnya aku melamarmu?”
“ne”
“aku sangat ingin melihatmu mengucapkan janji suci itu oppa..” kataku sambil menatap matanya yang juga sedang menatapku
“hahhahah, tenang saja Hye-ah, kau tak usah menunggu lama lagi… karena kau meminta secepatya jadi kurang dri seminggu aku pasti akan datang kerumahmu sambil membawa sebuah kotak merah itu” Hangeng oppa tertawa kecil, lalu mengacak acak rambutku
“aku akan menunggumu oppa…”
“kalau begitu tunggu aku…”

| Flashback end |

Kuhempaskan pantatku ditempat duduk taman, semuanya benar benar jelas sekarang… andai saat itu dia tak usah merengek untuk memita itu pada Hangeng… andai saja dia tidak melakukan it…

***

Hangeng PoV

“Jadi semua ini gara gara aku..”
“tidak eun hye-ah..”
“ini semua salahku!!”
“aaaarrggghhhhhhhhhhh ini semua salahku!!!”
Eun Hye berteriak lalu pergi keluar! Tidak dia tidak bersalah! Dia tidak bersalah… aku mencoba lari mengejarnya. Dia duduk dikursi taman dekat apartemen..

“itu bukan salahmu hye-ah..” kataku lirih.. aku juga duduk disampingnya… tapi tiba tiba dia berdiri lalu berjalan. Ku ikuti dia. Tatapannya benar benar kosong.. kenapa kau menjadi seperti ini Hye-ah, kau harus bisa hidup tanpaku, kau harus kuat Yoon eun Hye!
Tanpa eun Hye sadari ada sebuah mobil yang melintas.. dan saat itu eun hye sedang ingin menyabrang, dan kalian tahu? Dia benar benar tak sadar..!!
“Eun Hye!! Awas!! Eun hye!!” aku mencoba berteriak kearahnya.. tapi tentu saja itu sia sia saja.. dia benar benar tak bisa mendengar suaraku!
Yatuhan untuk sekali ini saja buatah hidupku benar benar berguna bagi yeoja yang sangat aku cintai ini,,.. dan sedetik kemudian aku tak tahu apa yang terjadi. Saat mobil itu sudah dekat dengan Eun Hye aku bisa menarik tangannya dan menyelamatkannya…

| Flashback |

Kuhidupkan motorku dengan perasan gembira, hari ini aku akan melamarnya.. melamar seseorang yang sangat aku cintai. Yoon eun Hye, tunggulah aku disana.
“Hangeng semoga kau berhasil!” yesung berteriak menyemangatiku
“ne, doakan semoga kejutan ini berjalan sukses!!”
“hahahahha tenang saja eun hyemu itu pasti tidak akan menolakmu!!”
“hahhahahhaha” tawaku mengelegar. “oke… sepertinya aku harus berangkat… sampai nanti!!”


….

Entah kenapa perasaanku benar benar tak nyaman hari ini, baru setengah perjalanan saja sudah membuat jantungku berdetak lebih kencang. Aku pikir ini hanya perasaanku karena aku gugup. Tapi itu bukanlah yang terjadi! Ini berbeda!
Aku terdiam sesaat, sekarang aku mengerti.. tak jauh dariku melaju sebuah truk yang berjalan cepat kearahku, dan yang aku tahu berikutnya adalah truk itu menghempasku dan motorku hingga beberapa meter jauhnya… tubuhku terpental jatuh di atas kerasnya aspal
“aucchh!” rintihku pelan, semuanya benar benar terjadi dengan cepat…
“tunggu dimana kotaknya!” aku baru menyadari bahwa kotak cincin itu sudah tak berada pada jaketku.. kuedarkan pandangan sebatas yang aku bisa. Hingga aku melihat kotak merah itu ada di samping kananku… tapi sesulit apa aku mencoba aku tak bisa menggapainya.. hingga semuanya menjadi ringan dan gelap..

| flashback end |

Semua kejadian itu berputar kembali diotakku, perasaan ini sama seperti saat itu.. saat aku akan meninggal.. jadi apakah ini akhirnya aku akan pergi.

Author PoV

Eun Hye membuka matanya pelan, dan matanya yang indah kini membentuk bulatan dengan sempurna. Bagaimana bisa dia melihat Hangeng dan namja itu sekarang benar benar ada dihadapannya
“hangeng oppa..? kau hangeng oppa?”
“saranghae Yoon eun hye” kaliamat terakhir itu akhirnya bisa dia ucapkan, lalu dengan perlahan dia memejamkan mata dan menghembuskan nafasnya tepat diwajah Eun Hye..
“o..oppa…” perlahan wanita cantik itu menutup matanya.. pelan tapi pasti..
“selamat tinggal eun hye-ah… jeongmal saranghae…”

***

Eun Hye membuka matanya, dia edarkan pandangannya. Ini kamarnya! Lalu siapa yang mengantarnya sampai sini! Dan tunggu! Dimana Hangeng! Yeoja itu bangun dari tidurnya. Tapi tiba tiba pintu kamarnya terbuka dan munculah seorang namja tampan
“kau mau kemana Hye-ah!”
“aku mau menemui Hangeng!”
“kau harus sadar Hangeng itu sudah meninggal! Dia sudah meninggal!!”
“Yesung! Sebenarnya ada apa denganmu!! Dia itu sahabatmu!”
“seharusnya kau sadar! Hangeng tidak akan tenang bila kau seperti ini!! Bukankah kau ingin membuatnya bahagia! Lalu cobalah untuk mengikhlaskannya!!” Yesung berteriak, eun hye menundukan kepalanya lalu menjatuhkan badanya di lantai..
“kau benar…”
“saranghae eun Hye-ah” kata kata itu keluar dengan sendirinya dari mulut Yesung, dia menatap dengan pasti yeoja yang dihadapannya ini..
“aku tak menyuruhmu melupakan Hangeng, tapi aku meemintamu untuk mencoba melihatku….”

Di sisi lain Hangeng menatap keduanya dengan senyum manisnya, sekarang adalah waktunya dia pergi… pergi untuk selama lamanya
“semoga kau bisa bahagia dengan yesung, Hye-ah”

END


karena aku bingung yang mau aku tag siapa aja, jadi yang kena tag dan gag suka bolehh di hapuss kok.. Tapi tinggalin jejak dulu yah *maunya

yang sengaja, gag sengaja, atau cuman lewat di note ini tinggalin jejak.. *harus wajib #meksa.. pokoknya kalo gag bakal aku bilangin nae harabeoji, Cha Seung Won *Dok go Jin
hahahaha

karena ini FF terakhirku sebelum ujian, UN tepatnya doainnya moga besok UNnya lancar dan aku bisa nulis FF lagi. tak lupa minta doanya moga konser bigbang Alive diundur :p sampai aku bisa leat #maunya *nyesek leat jakarta masuk listT.T
Sekalian aku minta maaf kalo selama ini aku banyak salah :'(


Dimohon kritik dan sarannyyaaaa ~~
Gomawo ^^

helloimiga :D

0 komentar:

Posting Komentar