Jumat, 07 Desember 2012

(series) The Forest of Vampire Chapter 5

Title       : The Forest of Vampire Chapter 5
Genre   : Mystery (??), Fantasy, Family, little bit Romance, AU
Length  : Series (5 of?)
Rate       : PG14
Main Cast            :
·         Cho Kyuhyun (Super Junior)
·         Park Ji Yeon (T-ara)
Support Cast      :
·         Kim Hye Rin (OC)
·         Lee Gikwang (Beast)
·         Jung Eun Ji (A-pink)
·         Ahn Jaehyo (Block-B) --->Kim Jaehyo
·         Lee Sung Min (Super Junior)
·         Super Junior
Point of view     : Park ji yeon
Author                  : helloimiga
Back sound         : Lee Ki chan – painful Hope

WARNING!! GAJE DAN BANYAK TYPO!!

…..

/”lebih baik aku mati dari pada aku harus membunuhmu”/

Aku melihat beberapa pengawas berlarian menuju katedral. Bahkan aku sempat melihat Gikwang yang notabenya bukan pengawas juga masuk ke Katedral dengan cepat. Entah apa yang membawaku akhirnya aku juga masuk untuk melihat apa yang terjadi.
Beberapa Biarawatipun masuk sambil membawa perlengkapan yang biasanya mereka gunakan untuk mengobati seseorang. Apakah ada yang terluka? Atau ada yang diserang Vampire?

                “Gikwang-ah apa yang terjadi?” Gikwang langsung menghambur kepelukanku. Dan aku merasa bahwa pundakku sedikit basah. Apakah Gikwang menangis..
                “Gikwang waeyo!!??”
                “Sungmin...sungmin hyung, dia dia...hiks...dia diserang Vampire...”

.=.=. The Forest of Vampire Chapter  5.=.=.

Aku melihat keadaan seperti ini lagi. Sebuah situasi yang sangat amat aku tidak sukai. Dimana hanya sebah kesedihan yang menjadi sebuah pemandangan. Dimana air air itu turun dengan derasnya. Aku berpikir aku akan melihat ini sekali dalam seumur hidupku saat Ibuku meninggalkanku. Dan sekarang? Kenapa aku harus melihatnya lagi?

Aku melihat Eunji menangis histeris sejak tadi. Sebegitukah besarnya cinta yang dia pendam untuk Sungmin? Aku bahkan tidak meneteskan setetes air mataku sejak kemarin. Hanya saja sebuah rasa penyesalan itu kembali lagi padaku. Dan kalian tahu sejak tadi aku terus memikirkan apa? Apakah Kyuhyun dibalik ini semua?

                “hyung...” samar samar aku melihat Gikwang yang tertunduk di depan gundukan tanah itu. Aku bahkan baru melihat Gikwang sekacau ini. Rambutnya yang biasanya tertata rapi itu terlihat acak acakan. Aku pikir...semua orang menyayangimu Sungmin-a lalu kenapa kau bisa pergi secepat ini?

...

Aku menatap hutan Vampire dari jendela kamarku yang ada di Katedral. Suara kicauan burung seketika berhenti sejak kemarin. Mungkin mereka telah mengetahui bahwa satu lagi manusia telah pergi. Aku menatap langit langit yang tampak biru....
                “besok adalah hari ulang tahunku yang ke 20” batinku, dan ucapan Suster kim berapa bulan yang lalu masih saja terngiang dipikiranku.. apa yang akan terjadi selanjutnya…

Sekelebat bayangan  tentang sungmin saat terakhir kali aku melihatnya berterbangan dipikiranku. Apakah Tuhan ingin menghukumku? Kenapa disaat dia sudah pergi aku baru menyadari kalau dia benar benar mencintaiku dengan tulus? Apakah ini yang namanya hukum karma?
Saat ulang tahun dulu, sungmin akan selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Selalu saja dia yang menemaniku disaat aku sedang sedih ataupun senang. Selalu saja dia…

Cepat cepat aku hapus air mataku saat mendengar suara pintu kamarku dibuka. Tampak Gikwang yang melihatku dengan sorot mata yang khawatir. Dia berjalan cepat kearahku lalu menarikku kepelukannya.
                “seharusnya kau tidak menangis sendirian seperti ini park jiyeon!” aku merasakan Gikwang merenggangkan pelukannya lalu menangkupkan wajahku dengan kedua telapak tangannya..
                “mianhae aku tidak bisa menjaga Sungmin hyung….”
                “nde? Maksudmu?”

“malam itu aku melihat Sungmin hyung berlari menuju bukit dekat ladang dan aku sempat mencegahnya karena itu sudah malam.. namun kamu pasti tau sendiri bagaimana sifat Sungmin hyung.. dia bahkan tidak memperdulikanku dan menyuruhku untuk tinggal dirumah..” gikwang menarik nafasnya, mungkin kalau dihitung ini sudah yang kesekian kalinya dia melakukan hal seperti itu.
“lalu paginya aku tidak menemukan Sungmin hyung dikamarnya jadi  aku memutuskan untuk mencari Sungmin hyung di bukit. Dan yang aku temukan adalah sungmin hyung dan dia…”
“Sungmin hyung diserang vampire?” gikwang menganggukkan kepalanya pelan. Diam diam aku melihat wajah Gikwang. merah dan sedikit pucat. Apakah sejak tadi dia terus menangis?

“apakah dia digigit?”
“tidak!! Tidak ada bekas gigitan satupun ditubuhnya… sepertinya kepalanya membentur sesuatu yang keras..dan aku pikir dia baru saja mengalami sebuah peperangan yang sengit…dan aku berpikir vampire itu  bukanlah Vampire yang biasa…”
“bukanlah Vampire yang biasa?” dadaku bergemuruh saat ini juga.. bukan Vampire yang biasa? Apakah Kyuhyun? Hanya dia satu satunya Vampire yang aneh –yang pernah aku temui tentu saja.
“dan kau tahu Jiyeon-a? kalimat terakhir yang diucapkan Sungmin hyung? Dia menyuruhku untuk menjagamu..” Gikwang beranjak pergi meninggalku dengan sebuah senyum yang selalu manis itu. Menepuk bahuku sekilas… lalu pergi. Tapi baru beberapa langkah dia sudah berhenti dan menengok. Lalu menatapku..mmmm sedikit berpikir aku rasa. ..
“Wae?”
“aku lupa! Saat itu dia menyuruhku untuk menjauhkanmu dari Vampire bermata merah!! Aahhh apakah ada vampire bermata merah Jiyeon-a?”

Ohh tidak! Jadi firasatku benar! Kyuhyun yang melakkukan ini semua? Apakah dia melakukan ini karena Sungmin sudah tau semuanya? Ohh tuhan, siapa sebenarnya Kyuhyun…??


Akhirnya aku memutuskan untuk bertemu dengan Vampire –tidak-jelas-itu. Jelas jelas sudah dia yang melakukan semuanya terhadap sahabatku Sungmin. Walaupun aku tidak bisa mencintai dia sebagaimana aku mencintai kyuhyun tapi tak akan ada yang lebih berharaga dari sahabat sahabatku. Kau tahu cho Kyuhyun? Seandainya kau ada dibalik ini semua aku tidak akan memaafkanmu!!

                “wae?” Kyuhyun sepertinya sudah tau aku akan datang. Dia sudah berdiri didepanku dengan kedua tangannya dimaksukkan kesisi kanan dan kiri jubah hitamnya.
                “aahhh apa kamu ingin balas dendam atas temanmu itu…..siapa Lee Sungmin?” DEG!! Jadi dia sudah tau semuanya..
                “apakah kau dibalik ini semua…?” Dia masih menatapku, menatap dengan ekspresi dinginnya lalu berikutnya, sudut bibirnya dia tarik ke atas, membuatnya tersenyum dengan  senyum yang tidak pernah aku lihat terpampang dari wajah kyuhyun.

                “bagaimana menurutmu…??”
                “siapa sebenarnya dirimu Cho Kyuhyun…??”
                “Vampire…seharusnya kau dapat melihatnya…aku adalah Vampire….”
                “kenapa kau melakukan ini semua dengan Sungmin!!!”
                “dia yang menantangku bagaimana mungkin aku tidak meladeninya? Ya Park jiyeon…dia sudah mati. Tak bisakah kau bersamaku lagi..” mwo!! Apa yang dia bicarakan. Bukankah sudah aku bilang bila dia dibalik ini semua aku tidak akan pernah memaafkannya. Ingin rasanya aku mengulang masa lalu disaat aku belum bertemu Vampire busuk ini. Sebelum aku memberikan seluruh hatiku dengannya seperti saat ini.

                “Kyuhyun…..kau gila…”
                “aku gila karenamu Jiyeon-a…”


Eunji datang bersama gikwang kekamarku dengan membwa sebuah cake dan ada lilin diatasnya. Menyanyikan sebuah lagu selamat ulang tahun untukku. Menampakkan sebuah senyum manis mereka…Sungmin-a..seharusnya kau ada disini sekarang. kau pasti akan bermain dengan gitarmu itu kan?

                “seangil Chukka Hamnida. Seangil chukka Hamnida. Saranghaneun Park Jiyeon…Seangil Chukka Hamnida…”

Tuhan…..berikan aku yang terbaik, dan sampaikan maafku untuk Sungmin. Cepat cepat aku tiup lilin lilin itu lalu disambut tepuk tangan eunji dan Gikwang. Setelah aku lihat ternyata mereka adalah pasangan yang serasi. Eunji menampakkan sebuah senyum yang indah. Gikwang juga menampakkan sebuah senyum yang siapa saja orang melihatnya pasti akan beranggapan sama….dia….tampan…

                “apa yang kau minta?” suara Eunji menggema ditelingaku. Kutarik sudut bibirku keatas.
                “yang terbaik tentu saja…” Gikwang mengacak acak rambutku pelan disusul kekehannya..

                “Eunji-a sepertinya teman kita sudah dewasa..” lanjutnya sambil menyikut lengan eunji yang sedang duduk disampingnya.
                “hahhahaha….Jiyeon-a kau harus kuat. Aja aja Fighting!!!” Eunji mengepalkan tangannya lalu dia ulurkan keatas. Eunji-a seharusnya aku yang berbicara seperti itu denganmu, bukankah kau sangat mencintai Sungmin. Kenapa harus menutupinya? Bahkan wajahmu sungguh aneh dengan senyum palsumu itu..
                “ohh ya Jiyeon-a…besok kau harus menemui Suster Kim! Ada sesuatu yang akan dia bicarakan!!” timpal Gikwang tiba tiba..
                “mwo? Ada apa??”
                “mollayeo…”


Aku memilin milin ujung jubahku. Tatapan Suster Kim saat ini sangat amat berbeda! Seperti ingin menguliti diriku. Menahan semua amarah yang sewaktu waktu akan meledak bagaikan bom nuklir.
               
                “kau tahu apa kesalahannmu?” Aku menggeleng cepat! Heeiii!!! Aku benar benar tak tahu apa kesalahanku. Apa ini soal sungmin? Apakah Suster Kim terkejut? Terpukul!! Yaaa…. Aku juga seperti itu!!
                “sudah aku duga,….tapi sepertinya kau sudah memilih yang terbaik…” oke!! Sepertinya Suster Kim Hye Rin benar benar membuatku kesal. Tak bisakah dia berbaik hati padaku untuk memberi tahukan apa maksud kata katanya?

                “apakah kau tidak penasaran kenapa hanya kamu yang terpilih?”
                “mwo?”
                “bukankah aku sudah pernah mengatakan bahwa aku akan memberi tahumu saat umurmu 20 tahun?”

                “Vampire dan manusia sejak dulu bermusuhan bahkan sebelum terjadinya pemberontakan besar besaran oleh kaum Vampire pada masa pemerintahan raja Choi…dan para Vampire Hunter selalu ditugaskan untuk memburu mereka. Sampai suatu hari markas besar Vampire Hunter dibakar oleh para Vampire. Dan semua Vampire Hunter dibunuh dengan cara yang semena mena. Dan untung saja ada beberapa Vampire Hunter yang selamat dan akhirnya mereka membaur dengan masyarkat dengan diberikan gelar sang terpilih..”
                “Vampire Hunter?”
Oke! Sepertinya ini akan semakin gila saja. apa maksudnya pemburu Vampire? Vampire Hunter? Hahahahha bukankah ini lelucon yang sangat lucu? Bukankah para biarawati selalu berbicara pada kami –anak anak desa kalau pemburu Vampire semacam itu tidak ada? Apakah sekarang mereka menjilat ludah mereka sendiri?

                “orang orang yang tahu tentang Vampire Hunter akan menutup mulut mereka karena tidak mau masa pemberontakan besar besaran itu terjadi lagi. Kau harus dengar Jiyeon-a. Kami hanya menutupi ini semua, bukannya kami para biarawati menjilat ludah kita sendiri.”
Perasaanku dongkol, apakah Suster Kim dapat membaca pikiran? Apakah dia memiliki kekuatan seperti Vampire busuk itu –cho Kyuhyun. Kenapa dia dapat menerka apa yang sedang aku pikirkan??!
                “lalu apa hubungannya kau berbicara ini denganku?”
                “seharusnya kau sudah tahu…”
                “apakah maksudmu aku adalah seorang Vampire Hunter?” Suster Kim mengangguk. DEG!!! Apa maksudnya Vampire Hunter? Aku adalah Vampire hunter?!!

                “Seseorang yang telah digariskan menjadi seorang Vampire hunter akan memilik kekuatan dalam dirinya, sebuah kekuatan yang luar biasa…”
                “kenapa Jungsoo oppa bukan Vampire Hunter? Bukankah kami adalah adik kakak??” Suster Kim terdiam sesaat. Sekilas aku melihat sepertinya ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan. Kenapa banyak sekali didunia ini hidup dengan sebuah kepalsuan? Apakah mereka tidak bosannya untuk berbohong?
                “itu….”
                “apakah aku bukan anak kandung Ibuku?” sebuah pertanyaan yang sejak tadi aku ingin tanyakan. Ayah dan Ibu setahuku tidak pernah menunjukan bahwa mereka adalah seorang Vampire Hunter. Dan aku sempat berpikir bahwa wajah Ibu dan Ayah berbeda denganku.
                “apa yang kau pikirkan jiyeon-a!!”
                “suster! Kumohon jangan membohongiku lagi! Berterus teranglah denganku!!” nada suaraku semakin meninggi.. aku hanya ingin sebuah kebenaran! Hanya itu saja!!

                “apa yang harus aku beritahukan?!!”
                “kenapa kau berbohong seperti ini!!”
                “aku tidak berbohong Jiyeon-a!!”
                “Kau tidak bisa membohongiku Suster..!!”

Tiba tiba suster Kim duduk dibangku ruangannya yang panjang. Menarik nafas beratnya lalu menatapku. Menatapku sangat lama sampai akhirnya dia membuka mulutnya.
                “kau memang bukan anak mereka…” nafasku tercekat. Jadi aku bukan anak dari Ayah dan Ibu? Jadi aku bukan adik dari Park Jungsoo??
                “kau tidak tahu bukan bahwa Ibumu sering mengalami keguguran? Dan dia hanya bisa melahirkan oppamu itu, Park Jungsoo pdahal dia sangat ingin mempunyai anak perempuan…sampai suatu hari sepupu ayahmu Park Yoochun yang tidak lain adalah pemimpin Vampire Hunter terbunuh bersama istrinya dan meninggalkan anak perempuannya yang baru berumur enam bulan….”
                “jadi aku anak mereka?” Suster Kim mengangguk cepat. Dan sedetik kemudian air mataku turun jatuh dari mataku. Begitukah?
                “geotjimal….” Desisku
                “terserah kau akan peduli atau tidak. Yoochun sajangnim telah mewariskan kekuatan Vampire Hunter itu kepadamu.” Aku mencibir pelan. Cih benar benar tidak lucu!! Yaaa!!! Selamanya aku akan menjadi anak Ayah dan Ibuku!! Suster Kim aku tidak akan semudah itu percaya dengan bualanmu itu!!
Tunggu!! Tiba tiba sebuah pikiran aneh terbesit diotakku. Jika Yoochun adalah ayah kandungku dan mewariskan kekuatan Hunter lalu dengan suster Kim Hye Rin? Bukankah adiknya—Kim Jaehyo adalah seseorang yang terpilih? Dan itu otomatis jaehyo adalah Vampire Hunter? Dan itu juga membuktikan bahwa Suster Kim seharusnya adalah seorang vampire Hunter?

                “Suster….”
                “wae?”
                “bukankah kau juga Vampire Hunter?”  skak!! Mau berbicara apa kau Suster Kim? Jaehyo adalah adik kandungmu bukan? Berarti kau juga yang terpilih...itu berarti kau adalah seorang Vampire Hunter…???

                “itu….”
                “jujurlah Suster Kim…”
                “haruskah aku jujur?”
                “tentu saja…”

                “….”

                “yah itu benar!! Tapi lihatlah aku sekarang?  Aku adalah seorang biarawati..biarawati itu tidak bisa bertarung Jiyeon-a!!”
                “apakah kau sadar Suster? Kau baru saja membohongi dirimu sendiri…” Jawabku akhirnya. Dia –Suster Kim hanya bisa menundukkan kepalanya. Lalu menyinggungkan senyumnya miris. Mungkin dia sedang meratapi kehidupannya.
               
                “Jiyeon-a lebih baik kau cepat kembali kekamarmu…. Umurmu sudah 20 tahun dan Raja Vampire tidak akan menyianyiakan waktunya. Kita tidak tahu kapan dia akan menyerang desa. Ahh dan peganglah ini…” tanpa menghiraukan kata kataku sebelumnya, suster Kim sudah memberikan sebuah pedang yang sepertinya terbuat dari….Perak?? O.o
                “Ini milik ayahmu…..Park Yoochun..”



Mataku refleks membuka cepat saat suara sirine masuk dan menggema di telingaku. Suara Sirine!! Dan entah refleks apa aku langsung mengambil pedang Perak itu lalu pergi keluar. Suara teriakan dan bau anyir seketika menyeruak indraku. Apa yang terjadi?
                “aaaa….!!!” Sudut mataku membulat saat melihat salah satu biarawati akan diserang oleh Vampire yang melesat cepat kearahnya. Dan dengan gerakan cepat juga aku berlari dan menghunuskan pedangku. Dan seketika juga Vampire itu berubah menjadi abu…
               
                “suster….apa yang terjadi??”
                “Vampire….mereka menyerang desa…”


Dadaku bergemuruh dengan cepat, tidak! Kenapa mereka menyerang secepat ini? bahkan hampir seluruh desa hancur lebur. Setetes air mataku turun begitu saja saat melihat tubuh Eunji terbaring tidak jauh dariku. Darah keluar dari kepalanya dan beberapa luka memar di seluruh badannya.

                “eunji-a….”
                “jiyeon!!!” Jungsoo oppa berlari kearahku lalu menarik kepelukannya. Bahunya bergetar hebat. Dan sepertinya dia melewati pertarungan yang sengit –terlihat dengan beberapa darah yang tercecer dari baju tidurnya. Apakah para Vampire menyerang saat malam hari? Sungguh! Mereka benar benar licik!!
                “gweanchanayo?” tanyanya dengan sorot dan nada khawatir, tapi yang aku tangkap dari matanya dia yang sepertinya tidak baik baik saja.
                “oppa….sepertinya kau yang tidak baik baik saja,,,” Jungsoo oppa menunduk, aku melihat air matanya mengalir begitu saja.
                “Kang sora….dia..dia….” Jungsoo oppa menghentikan kalimatnya. Kang Sora adalah istrinya. Apa yang terjadi dengan Sora eonnie? Tapi sepertinya Jungsoo oppa memang tidak berniat melanjutkan kata katanya itu. Dia langsung menarikku kepulakannya… bahunya bergetar hebat. Lalu kemudian dia menarikku masuk ke Katedral.


Aku melihat beberapa petinggi desa , biarawati dan kepala pengawas sedang mendiskusikan sesuatu. Sepertinya sesuatu yang penting terlihat dari wajah mereka yang kusut dan dan banyak pikiran. Suster Kim melihatku lalu memelukku. Menangkupkan wajahku dengan kedua tangannya.
                “Jiyeon-a….saatnya dimulai. Raja Vampire telah bergerak…”

TBC

*preview next part
               
                “hai Park Jiyeon…senang bertemu denganmu lagi…”
                “JAEEEHHYYOOOO!!!!”
                “kenapa kau tidak menyerangku eoh? Vampire Hunter….??”
                “lebih baik aku mati dari pada aku membunuhmu…..dan terima kasih karena telah membunuhku..”
                “ANNNDDWWAAEEE!!!!”


ToT akhirnyaa udah mau tamat. Bukan alurnya yang kecepetan emang udah tuntutan otak author yang cuman bisa ampe sini. OK! >,< dan mungkin 2 part lagi bakal ending dan buat part terakhir kita bakal tahu bagaimana perasaan Kyuhyun sebenernya..
Hehehe

Don’t be Silent Readers and RCL please!! Read, Comment, and Like!! *bow
@helloimiga

0 komentar:

Posting Komentar