Jumat, 07 Desember 2012

(series) The Forest of Vampire Chapter 5

Title       : The Forest of Vampire Chapter 5
Genre   : Mystery (??), Fantasy, Family, little bit Romance, AU
Length  : Series (5 of?)
Rate       : PG14
Main Cast            :
·         Cho Kyuhyun (Super Junior)
·         Park Ji Yeon (T-ara)
Support Cast      :
·         Kim Hye Rin (OC)
·         Lee Gikwang (Beast)
·         Jung Eun Ji (A-pink)
·         Ahn Jaehyo (Block-B) --->Kim Jaehyo
·         Lee Sung Min (Super Junior)
·         Super Junior
Point of view     : Park ji yeon
Author                  : helloimiga
Back sound         : Lee Ki chan – painful Hope

WARNING!! GAJE DAN BANYAK TYPO!!

…..

/”lebih baik aku mati dari pada aku harus membunuhmu”/

Aku melihat beberapa pengawas berlarian menuju katedral. Bahkan aku sempat melihat Gikwang yang notabenya bukan pengawas juga masuk ke Katedral dengan cepat. Entah apa yang membawaku akhirnya aku juga masuk untuk melihat apa yang terjadi.
Beberapa Biarawatipun masuk sambil membawa perlengkapan yang biasanya mereka gunakan untuk mengobati seseorang. Apakah ada yang terluka? Atau ada yang diserang Vampire?

                “Gikwang-ah apa yang terjadi?” Gikwang langsung menghambur kepelukanku. Dan aku merasa bahwa pundakku sedikit basah. Apakah Gikwang menangis..
                “Gikwang waeyo!!??”
                “Sungmin...sungmin hyung, dia dia...hiks...dia diserang Vampire...”

.=.=. The Forest of Vampire Chapter  5.=.=.

Aku melihat keadaan seperti ini lagi. Sebuah situasi yang sangat amat aku tidak sukai. Dimana hanya sebah kesedihan yang menjadi sebuah pemandangan. Dimana air air itu turun dengan derasnya. Aku berpikir aku akan melihat ini sekali dalam seumur hidupku saat Ibuku meninggalkanku. Dan sekarang? Kenapa aku harus melihatnya lagi?

Aku melihat Eunji menangis histeris sejak tadi. Sebegitukah besarnya cinta yang dia pendam untuk Sungmin? Aku bahkan tidak meneteskan setetes air mataku sejak kemarin. Hanya saja sebuah rasa penyesalan itu kembali lagi padaku. Dan kalian tahu sejak tadi aku terus memikirkan apa? Apakah Kyuhyun dibalik ini semua?

                “hyung...” samar samar aku melihat Gikwang yang tertunduk di depan gundukan tanah itu. Aku bahkan baru melihat Gikwang sekacau ini. Rambutnya yang biasanya tertata rapi itu terlihat acak acakan. Aku pikir...semua orang menyayangimu Sungmin-a lalu kenapa kau bisa pergi secepat ini?

...

Aku menatap hutan Vampire dari jendela kamarku yang ada di Katedral. Suara kicauan burung seketika berhenti sejak kemarin. Mungkin mereka telah mengetahui bahwa satu lagi manusia telah pergi. Aku menatap langit langit yang tampak biru....
                “besok adalah hari ulang tahunku yang ke 20” batinku, dan ucapan Suster kim berapa bulan yang lalu masih saja terngiang dipikiranku.. apa yang akan terjadi selanjutnya…

Sekelebat bayangan  tentang sungmin saat terakhir kali aku melihatnya berterbangan dipikiranku. Apakah Tuhan ingin menghukumku? Kenapa disaat dia sudah pergi aku baru menyadari kalau dia benar benar mencintaiku dengan tulus? Apakah ini yang namanya hukum karma?
Saat ulang tahun dulu, sungmin akan selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Selalu saja dia yang menemaniku disaat aku sedang sedih ataupun senang. Selalu saja dia…

Cepat cepat aku hapus air mataku saat mendengar suara pintu kamarku dibuka. Tampak Gikwang yang melihatku dengan sorot mata yang khawatir. Dia berjalan cepat kearahku lalu menarikku kepelukannya.
                “seharusnya kau tidak menangis sendirian seperti ini park jiyeon!” aku merasakan Gikwang merenggangkan pelukannya lalu menangkupkan wajahku dengan kedua telapak tangannya..
                “mianhae aku tidak bisa menjaga Sungmin hyung….”
                “nde? Maksudmu?”

“malam itu aku melihat Sungmin hyung berlari menuju bukit dekat ladang dan aku sempat mencegahnya karena itu sudah malam.. namun kamu pasti tau sendiri bagaimana sifat Sungmin hyung.. dia bahkan tidak memperdulikanku dan menyuruhku untuk tinggal dirumah..” gikwang menarik nafasnya, mungkin kalau dihitung ini sudah yang kesekian kalinya dia melakukan hal seperti itu.
“lalu paginya aku tidak menemukan Sungmin hyung dikamarnya jadi  aku memutuskan untuk mencari Sungmin hyung di bukit. Dan yang aku temukan adalah sungmin hyung dan dia…”
“Sungmin hyung diserang vampire?” gikwang menganggukkan kepalanya pelan. Diam diam aku melihat wajah Gikwang. merah dan sedikit pucat. Apakah sejak tadi dia terus menangis?

“apakah dia digigit?”
“tidak!! Tidak ada bekas gigitan satupun ditubuhnya… sepertinya kepalanya membentur sesuatu yang keras..dan aku pikir dia baru saja mengalami sebuah peperangan yang sengit…dan aku berpikir vampire itu  bukanlah Vampire yang biasa…”
“bukanlah Vampire yang biasa?” dadaku bergemuruh saat ini juga.. bukan Vampire yang biasa? Apakah Kyuhyun? Hanya dia satu satunya Vampire yang aneh –yang pernah aku temui tentu saja.
“dan kau tahu Jiyeon-a? kalimat terakhir yang diucapkan Sungmin hyung? Dia menyuruhku untuk menjagamu..” Gikwang beranjak pergi meninggalku dengan sebuah senyum yang selalu manis itu. Menepuk bahuku sekilas… lalu pergi. Tapi baru beberapa langkah dia sudah berhenti dan menengok. Lalu menatapku..mmmm sedikit berpikir aku rasa. ..
“Wae?”
“aku lupa! Saat itu dia menyuruhku untuk menjauhkanmu dari Vampire bermata merah!! Aahhh apakah ada vampire bermata merah Jiyeon-a?”

Ohh tidak! Jadi firasatku benar! Kyuhyun yang melakkukan ini semua? Apakah dia melakukan ini karena Sungmin sudah tau semuanya? Ohh tuhan, siapa sebenarnya Kyuhyun…??


Akhirnya aku memutuskan untuk bertemu dengan Vampire –tidak-jelas-itu. Jelas jelas sudah dia yang melakukan semuanya terhadap sahabatku Sungmin. Walaupun aku tidak bisa mencintai dia sebagaimana aku mencintai kyuhyun tapi tak akan ada yang lebih berharaga dari sahabat sahabatku. Kau tahu cho Kyuhyun? Seandainya kau ada dibalik ini semua aku tidak akan memaafkanmu!!

                “wae?” Kyuhyun sepertinya sudah tau aku akan datang. Dia sudah berdiri didepanku dengan kedua tangannya dimaksukkan kesisi kanan dan kiri jubah hitamnya.
                “aahhh apa kamu ingin balas dendam atas temanmu itu…..siapa Lee Sungmin?” DEG!! Jadi dia sudah tau semuanya..
                “apakah kau dibalik ini semua…?” Dia masih menatapku, menatap dengan ekspresi dinginnya lalu berikutnya, sudut bibirnya dia tarik ke atas, membuatnya tersenyum dengan  senyum yang tidak pernah aku lihat terpampang dari wajah kyuhyun.

                “bagaimana menurutmu…??”
                “siapa sebenarnya dirimu Cho Kyuhyun…??”
                “Vampire…seharusnya kau dapat melihatnya…aku adalah Vampire….”
                “kenapa kau melakukan ini semua dengan Sungmin!!!”
                “dia yang menantangku bagaimana mungkin aku tidak meladeninya? Ya Park jiyeon…dia sudah mati. Tak bisakah kau bersamaku lagi..” mwo!! Apa yang dia bicarakan. Bukankah sudah aku bilang bila dia dibalik ini semua aku tidak akan pernah memaafkannya. Ingin rasanya aku mengulang masa lalu disaat aku belum bertemu Vampire busuk ini. Sebelum aku memberikan seluruh hatiku dengannya seperti saat ini.

                “Kyuhyun…..kau gila…”
                “aku gila karenamu Jiyeon-a…”


Eunji datang bersama gikwang kekamarku dengan membwa sebuah cake dan ada lilin diatasnya. Menyanyikan sebuah lagu selamat ulang tahun untukku. Menampakkan sebuah senyum manis mereka…Sungmin-a..seharusnya kau ada disini sekarang. kau pasti akan bermain dengan gitarmu itu kan?

                “seangil Chukka Hamnida. Seangil chukka Hamnida. Saranghaneun Park Jiyeon…Seangil Chukka Hamnida…”

Tuhan…..berikan aku yang terbaik, dan sampaikan maafku untuk Sungmin. Cepat cepat aku tiup lilin lilin itu lalu disambut tepuk tangan eunji dan Gikwang. Setelah aku lihat ternyata mereka adalah pasangan yang serasi. Eunji menampakkan sebuah senyum yang indah. Gikwang juga menampakkan sebuah senyum yang siapa saja orang melihatnya pasti akan beranggapan sama….dia….tampan…

                “apa yang kau minta?” suara Eunji menggema ditelingaku. Kutarik sudut bibirku keatas.
                “yang terbaik tentu saja…” Gikwang mengacak acak rambutku pelan disusul kekehannya..

                “Eunji-a sepertinya teman kita sudah dewasa..” lanjutnya sambil menyikut lengan eunji yang sedang duduk disampingnya.
                “hahhahaha….Jiyeon-a kau harus kuat. Aja aja Fighting!!!” Eunji mengepalkan tangannya lalu dia ulurkan keatas. Eunji-a seharusnya aku yang berbicara seperti itu denganmu, bukankah kau sangat mencintai Sungmin. Kenapa harus menutupinya? Bahkan wajahmu sungguh aneh dengan senyum palsumu itu..
                “ohh ya Jiyeon-a…besok kau harus menemui Suster Kim! Ada sesuatu yang akan dia bicarakan!!” timpal Gikwang tiba tiba..
                “mwo? Ada apa??”
                “mollayeo…”


Aku memilin milin ujung jubahku. Tatapan Suster Kim saat ini sangat amat berbeda! Seperti ingin menguliti diriku. Menahan semua amarah yang sewaktu waktu akan meledak bagaikan bom nuklir.
               
                “kau tahu apa kesalahannmu?” Aku menggeleng cepat! Heeiii!!! Aku benar benar tak tahu apa kesalahanku. Apa ini soal sungmin? Apakah Suster Kim terkejut? Terpukul!! Yaaa…. Aku juga seperti itu!!
                “sudah aku duga,….tapi sepertinya kau sudah memilih yang terbaik…” oke!! Sepertinya Suster Kim Hye Rin benar benar membuatku kesal. Tak bisakah dia berbaik hati padaku untuk memberi tahukan apa maksud kata katanya?

                “apakah kau tidak penasaran kenapa hanya kamu yang terpilih?”
                “mwo?”
                “bukankah aku sudah pernah mengatakan bahwa aku akan memberi tahumu saat umurmu 20 tahun?”

                “Vampire dan manusia sejak dulu bermusuhan bahkan sebelum terjadinya pemberontakan besar besaran oleh kaum Vampire pada masa pemerintahan raja Choi…dan para Vampire Hunter selalu ditugaskan untuk memburu mereka. Sampai suatu hari markas besar Vampire Hunter dibakar oleh para Vampire. Dan semua Vampire Hunter dibunuh dengan cara yang semena mena. Dan untung saja ada beberapa Vampire Hunter yang selamat dan akhirnya mereka membaur dengan masyarkat dengan diberikan gelar sang terpilih..”
                “Vampire Hunter?”
Oke! Sepertinya ini akan semakin gila saja. apa maksudnya pemburu Vampire? Vampire Hunter? Hahahahha bukankah ini lelucon yang sangat lucu? Bukankah para biarawati selalu berbicara pada kami –anak anak desa kalau pemburu Vampire semacam itu tidak ada? Apakah sekarang mereka menjilat ludah mereka sendiri?

                “orang orang yang tahu tentang Vampire Hunter akan menutup mulut mereka karena tidak mau masa pemberontakan besar besaran itu terjadi lagi. Kau harus dengar Jiyeon-a. Kami hanya menutupi ini semua, bukannya kami para biarawati menjilat ludah kita sendiri.”
Perasaanku dongkol, apakah Suster Kim dapat membaca pikiran? Apakah dia memiliki kekuatan seperti Vampire busuk itu –cho Kyuhyun. Kenapa dia dapat menerka apa yang sedang aku pikirkan??!
                “lalu apa hubungannya kau berbicara ini denganku?”
                “seharusnya kau sudah tahu…”
                “apakah maksudmu aku adalah seorang Vampire Hunter?” Suster Kim mengangguk. DEG!!! Apa maksudnya Vampire Hunter? Aku adalah Vampire hunter?!!

                “Seseorang yang telah digariskan menjadi seorang Vampire hunter akan memilik kekuatan dalam dirinya, sebuah kekuatan yang luar biasa…”
                “kenapa Jungsoo oppa bukan Vampire Hunter? Bukankah kami adalah adik kakak??” Suster Kim terdiam sesaat. Sekilas aku melihat sepertinya ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan. Kenapa banyak sekali didunia ini hidup dengan sebuah kepalsuan? Apakah mereka tidak bosannya untuk berbohong?
                “itu….”
                “apakah aku bukan anak kandung Ibuku?” sebuah pertanyaan yang sejak tadi aku ingin tanyakan. Ayah dan Ibu setahuku tidak pernah menunjukan bahwa mereka adalah seorang Vampire Hunter. Dan aku sempat berpikir bahwa wajah Ibu dan Ayah berbeda denganku.
                “apa yang kau pikirkan jiyeon-a!!”
                “suster! Kumohon jangan membohongiku lagi! Berterus teranglah denganku!!” nada suaraku semakin meninggi.. aku hanya ingin sebuah kebenaran! Hanya itu saja!!

                “apa yang harus aku beritahukan?!!”
                “kenapa kau berbohong seperti ini!!”
                “aku tidak berbohong Jiyeon-a!!”
                “Kau tidak bisa membohongiku Suster..!!”

Tiba tiba suster Kim duduk dibangku ruangannya yang panjang. Menarik nafas beratnya lalu menatapku. Menatapku sangat lama sampai akhirnya dia membuka mulutnya.
                “kau memang bukan anak mereka…” nafasku tercekat. Jadi aku bukan anak dari Ayah dan Ibu? Jadi aku bukan adik dari Park Jungsoo??
                “kau tidak tahu bukan bahwa Ibumu sering mengalami keguguran? Dan dia hanya bisa melahirkan oppamu itu, Park Jungsoo pdahal dia sangat ingin mempunyai anak perempuan…sampai suatu hari sepupu ayahmu Park Yoochun yang tidak lain adalah pemimpin Vampire Hunter terbunuh bersama istrinya dan meninggalkan anak perempuannya yang baru berumur enam bulan….”
                “jadi aku anak mereka?” Suster Kim mengangguk cepat. Dan sedetik kemudian air mataku turun jatuh dari mataku. Begitukah?
                “geotjimal….” Desisku
                “terserah kau akan peduli atau tidak. Yoochun sajangnim telah mewariskan kekuatan Vampire Hunter itu kepadamu.” Aku mencibir pelan. Cih benar benar tidak lucu!! Yaaa!!! Selamanya aku akan menjadi anak Ayah dan Ibuku!! Suster Kim aku tidak akan semudah itu percaya dengan bualanmu itu!!
Tunggu!! Tiba tiba sebuah pikiran aneh terbesit diotakku. Jika Yoochun adalah ayah kandungku dan mewariskan kekuatan Hunter lalu dengan suster Kim Hye Rin? Bukankah adiknya—Kim Jaehyo adalah seseorang yang terpilih? Dan itu otomatis jaehyo adalah Vampire Hunter? Dan itu juga membuktikan bahwa Suster Kim seharusnya adalah seorang vampire Hunter?

                “Suster….”
                “wae?”
                “bukankah kau juga Vampire Hunter?”  skak!! Mau berbicara apa kau Suster Kim? Jaehyo adalah adik kandungmu bukan? Berarti kau juga yang terpilih...itu berarti kau adalah seorang Vampire Hunter…???

                “itu….”
                “jujurlah Suster Kim…”
                “haruskah aku jujur?”
                “tentu saja…”

                “….”

                “yah itu benar!! Tapi lihatlah aku sekarang?  Aku adalah seorang biarawati..biarawati itu tidak bisa bertarung Jiyeon-a!!”
                “apakah kau sadar Suster? Kau baru saja membohongi dirimu sendiri…” Jawabku akhirnya. Dia –Suster Kim hanya bisa menundukkan kepalanya. Lalu menyinggungkan senyumnya miris. Mungkin dia sedang meratapi kehidupannya.
               
                “Jiyeon-a lebih baik kau cepat kembali kekamarmu…. Umurmu sudah 20 tahun dan Raja Vampire tidak akan menyianyiakan waktunya. Kita tidak tahu kapan dia akan menyerang desa. Ahh dan peganglah ini…” tanpa menghiraukan kata kataku sebelumnya, suster Kim sudah memberikan sebuah pedang yang sepertinya terbuat dari….Perak?? O.o
                “Ini milik ayahmu…..Park Yoochun..”



Mataku refleks membuka cepat saat suara sirine masuk dan menggema di telingaku. Suara Sirine!! Dan entah refleks apa aku langsung mengambil pedang Perak itu lalu pergi keluar. Suara teriakan dan bau anyir seketika menyeruak indraku. Apa yang terjadi?
                “aaaa….!!!” Sudut mataku membulat saat melihat salah satu biarawati akan diserang oleh Vampire yang melesat cepat kearahnya. Dan dengan gerakan cepat juga aku berlari dan menghunuskan pedangku. Dan seketika juga Vampire itu berubah menjadi abu…
               
                “suster….apa yang terjadi??”
                “Vampire….mereka menyerang desa…”


Dadaku bergemuruh dengan cepat, tidak! Kenapa mereka menyerang secepat ini? bahkan hampir seluruh desa hancur lebur. Setetes air mataku turun begitu saja saat melihat tubuh Eunji terbaring tidak jauh dariku. Darah keluar dari kepalanya dan beberapa luka memar di seluruh badannya.

                “eunji-a….”
                “jiyeon!!!” Jungsoo oppa berlari kearahku lalu menarik kepelukannya. Bahunya bergetar hebat. Dan sepertinya dia melewati pertarungan yang sengit –terlihat dengan beberapa darah yang tercecer dari baju tidurnya. Apakah para Vampire menyerang saat malam hari? Sungguh! Mereka benar benar licik!!
                “gweanchanayo?” tanyanya dengan sorot dan nada khawatir, tapi yang aku tangkap dari matanya dia yang sepertinya tidak baik baik saja.
                “oppa….sepertinya kau yang tidak baik baik saja,,,” Jungsoo oppa menunduk, aku melihat air matanya mengalir begitu saja.
                “Kang sora….dia..dia….” Jungsoo oppa menghentikan kalimatnya. Kang Sora adalah istrinya. Apa yang terjadi dengan Sora eonnie? Tapi sepertinya Jungsoo oppa memang tidak berniat melanjutkan kata katanya itu. Dia langsung menarikku kepulakannya… bahunya bergetar hebat. Lalu kemudian dia menarikku masuk ke Katedral.


Aku melihat beberapa petinggi desa , biarawati dan kepala pengawas sedang mendiskusikan sesuatu. Sepertinya sesuatu yang penting terlihat dari wajah mereka yang kusut dan dan banyak pikiran. Suster Kim melihatku lalu memelukku. Menangkupkan wajahku dengan kedua tangannya.
                “Jiyeon-a….saatnya dimulai. Raja Vampire telah bergerak…”

TBC

*preview next part
               
                “hai Park Jiyeon…senang bertemu denganmu lagi…”
                “JAEEEHHYYOOOO!!!!”
                “kenapa kau tidak menyerangku eoh? Vampire Hunter….??”
                “lebih baik aku mati dari pada aku membunuhmu…..dan terima kasih karena telah membunuhku..”
                “ANNNDDWWAAEEE!!!!”


ToT akhirnyaa udah mau tamat. Bukan alurnya yang kecepetan emang udah tuntutan otak author yang cuman bisa ampe sini. OK! >,< dan mungkin 2 part lagi bakal ending dan buat part terakhir kita bakal tahu bagaimana perasaan Kyuhyun sebenernya..
Hehehe

Don’t be Silent Readers and RCL please!! Read, Comment, and Like!! *bow
@helloimiga

Kamis, 06 Desember 2012

(series) The Forest of Vampire Chapter 4

Length  : Series (4 of?)
Rate       : PG14
Main Cast            :
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Park Ji Yeon (T-ara)
Support Cast      :
  • Kim Hye Rin (OC) ---> Suster Kim
  • Lee Gikwang (Beast)
  • Jung Eun Ji (A-pink)
  • Ahn Jaehyo (Block-B) --->Kim Jaehyo
  • Lee Sung Min (Super Junior)
  • Super Junior
Point of view     : only  Park ji yeon
Author                  : helloimiga
Back sound         : Lee Ki chan – painful Hope

WARNING!! GAJE DAN BANYAK TYPO!!

…..

/”lebih baik aku mati dari pada aku harus membunuhmu”/

“oppa!! Apakah kau tak mengerti? Kenapa kalian selalu mengatur hidupku! Apakah menurutmu aku ini hanyalah sebuah boneka? Kalian benar benar tak mengerti apa yang aku rasakan selama ini!!” teriakku. Aku tak peduli ini tempat suci atau apalah. Seluruh tubuhku bergetar hebat. Menahan air mata yang akan turun. Ani! Aku tak boleh menangis saat ini.. aku tak ingin terlihat lemah dihadapan mereka semua.

                “Jiyeon kau benar benar…sudahlah hyung… sepertinya Jiyeon ingin diberi waktu sebentar. Jiyeon-a kau tak harus menjawab permintaanku itu sekarang..”

.=.=. The Forest of Vampire Chapter 4 .=.=.

Cih… kalaupun aku mau aku tak akan sudi menjawab permintaanmu itu Lee sungmin. Apakah kau tak pernah sadar bahkan kau telah membuat sebuh luka yang sangat dalam? Tak bisakah kau merasaakan diriku?
Jungsoo oppa menatapku dengan tatapan –ketidakpercayaannya- kau tahu oppa dongsaengmu sudah berubah. Park jiyeon yang dulu telah mati.
                “kenapa kau mengundur ngundur waktumu terus jiyeon-a.. seharusnya kau tahu. Batas pelamaran hanya sampai musm dingin berakhir. Sedangkan musim semi akan datang lusa…”  ckck.. jadi seperti inikah akhirnya? Sungmin melamarku disaat seperti ini.. disaat seperti ini..

                “jiyeon-a sebaiknya kau dan sungmin membicarakan ini,… maksudku, daripada kalian akan menyesal pada akhirnya..” aku menghembuskan nafas berat.. setidaknya apa yang dikatakan Jungsoo oppa ada benarnya.


                “apa maksudmu dengan semua ini?”
                “ini adalah kemauanku sejak dulu jiyeon-a..” sungmin menatapku tajam. Bagaimanapun dia adalah seorang namja. dan tatapannya kali ini membuat err… bulu kudukku sedikit berdiri. Dia tidak pernah menatapku sampai seperti ini. bahkan saat dia marah padaku dia tidak sampai menatapku semengerikan ini.
                “aku mencintaimu! Tak bisakah kau melihatku walau hanya sedetik saja?!!!” nafasku tercekat. Sungmin baru saja berteriak dihadapanku. Kenapa dia sampai seperti ini. bibirku bergetar dengan hebat dan secepet itu pula aku menggigit bibirku agar Sungmin tidak tahu apa yang terjadi padaku saat ini –aku takut dengannya.

                “kau tak bisa seperti ini Jiyeon-a,.. setelah kau mengetahui bahwa gikwang mencintaimu lalu kau dengan mudahnya bersamanya? Tidak! Kau harus tahu bahwa dia sudah terikat dengan Eunji.. dan ikatan itu bukan sekedar main main Jiyeon-a!”
Mungkin seandainya aku tak mengigit bibirku saat ini, Sungmin dapat mendengar suara isakanku. Menangis? Yah aku ingin menangis. Mencoba mengumpulkan beberapa kekuatanku untuk membendung semua air mata yang dengan mudahnya akan mengalir jatuh dari mataku..

                “jiyeon!! Tak bisakh kau melihatku… tak bisakah kau melihat Lee Sungmin? Bukan Lee gikwang!!” Sungmin mencengkram bahuku kuat. Menghentakkan kedua bahuku kasar. Sakit lee Sungmin.. tapi hatiku sekarang lebih sakit bila kau ingin tahu..
                “Sung…sungmin-a…neomu appeo..”
                “a..appo?” dia menatapku lama.. dia bukan Sungmin yang dulu.. dia dia berbeda
                “kau bahkan tak pernah merasakan sakit yang aku rasakan Jiyeon-a… dan seharusnya kau juga bisa merasakan. Saat aku tahu kau mencintai gikwang aku memang tak terlalu mempersalahkannya,, tapi kenapa kau harus bersama seorang Vampire…” sungmin menggantung kalimatnya… bersama Vampire? Apa maksudnya

                “siapa Vampire yang kau temui kemarin malam Jiyeon-a..” dadaku bergerumuh cepat. Apakah sungmin melihatku bersama Kyuhyun.
                “kemarin, suster Kim memanggilku dan berbicara bahwa kau dibawa seorang Vampire yang aku tahu dia baru saja memberontak di desa.. tanpa pikir panjang aku langsung berlari kebukit untuk mencarimu. Tapi disaat aku sampai sana aku menemukanmu…tapi..” Aku tak berani mendengar kalimat selanjutnya.. jadi malam itu dia melihatku?

                “aku ingin menyerang Vampire yang ada didekatmu itu, karena menrutku aurnya sangat mengerikan… lalu, tiba tiba aku melihatnya.. mmm menciummu, bahkan kau tak menolaknya.. aku selalu berpikir bahwa aku tau segala tentang dirimu. Tapi malam itu, aku tak menger..”
                “cukup!! Aku tak perlu mendengar ceritamu lee sungmin..”
                “jadi kau lebih memilih Vampi..”
                “bukankah aku sudah bilang!! Cukup lee Sungmin!!”
                “apakah perlu aku berbicara pada suster Kepala kim?”
                “apakah kau tak mendengarku Sungmin?”
                “lalu pernahkah kau mendengar hatiku?” Hatiku mencelos, yah.. aku memang salah, aku bahkan tak pernah menggubrisnya bahkan selalu menyalahkannya dengan apa yang aku alami akhir akhir ini. Aku jahat? Terserah apa yang kalian pikirkan denganku.

                “tak perlu kau menjawabnya aku juga sudah tahu. Aku tak ingin memaksamu Jiyeon-a,.. aku hanya ingin mengungkapkan semua yang ada dalam hatiku saat ini. Aku tak ingin selalu menangis dalam diam. Merasakan semua beban yang aku pikul. Sering merasakan bahwa Tuhan tidak sayang padaku.”
Sungmin melepaskan cengkramannya. Menepuk nepuk pipiku dengan lembut lalu menyunggingkan senyumnya. Tapi saat dia ingin melenggang pergi aku tarik tangannya… entah ini sebuah keputusan yang benar atau tidak. Tapi aku rasa aku harus melakukan ini semua.
                “Sungmin-ah..”
                “wae..?”

                “baiklah aku akan menerimamu..”
                “nde?”
                “aku bersedia menikah denganmu asal kau tak bercerita tentang emm… Vampire itu pada siapapun. “ aku menatap was was kearahnya takut takut dia akan menolakku. Aku harus melakukan ini. aku tak ingin terjadi sesuatu dengan penduduk desa ahh lebih tepatnya aku takut akan terjadi sesuatu dengan…kyuhyun? Apakah aku mulai gila karena aku mencoba mengkhawatirkannya..? oh tuhan maafkan hambamu ini..

                “apakah kau terlalu mencintai Vampire itu.. apakah ini forbidden love? Apakah saat kau sekolah kau tak pernah mendengar para guru itu bercerita? Apakah kau selalu tidur saat pelajaran Sejarah dimulai? Vampire dan manusia itu berbeda..”
Perkataan sungmin barusan membuat sebuah petir menyambar hatiku detik ini juga. Sakit dan terasa bagaikan ditusuk oleh duri duri tajam. Sebuah kalimat sederhana yang dapat membuat hatiku terasa terkoyak dan melewati dengan bebasnya gendang telingaku. Aku bahkan tidak munafik.. aku mencintai Kyuhyun? Apakah aku harus mengaku pada diriku sendiri sekarang? Yah aku mencintainya,,

                “tapi kalau itu yang kau mau jiyeon-a… aku melakukan ini karena aku mencintaimu. Dan kau harus tahu.. kalau kau harus pergi meninggalkannya…”


Aku meringkuk pelan pada kasurku. Membenamkan kepalaku diatas bantal. Kata kata sungmin tadi sore terus mengiang ngiang dikepalaku. Mengulag ngulang bagaikan tape recorder yang rusak. Dan tak pernah lepas bahkan setelah aku mencoba untuk melupakannya. Sesulit apa aku tidak memikirkannya malah membuatku semakin ingat.
                “aaahhhh…!!” teriakku akhirnya.. pertahananku luruh juga. aku menangis.. membuat bantal dibawah kepalaku itu basah. Aku ingin telingaku tuli saja agar aku tak dapat mendengar suaranya terus. Atau bahkan aku ingin hatiku mati agar aku tak dapat merasakn lagi sakit, senang, perih dan semua perasaan yang selalu menghadangiku.

                “Jiyeon-a… sesuatu yang terjadi didunia ini adalah sebuah pilihan dan semuanya pasti ada alasannya kenapa harus terjadi..”

Nasihat Ibu tiba tiba terngiang dikepalaku. Angin musim dingin terakhir ini sudah tak terlalu dingin namun masih dapat membuat bulu kudukku meremang. Jendela yang sengaja aku tidak tutup itu berhias pemandangan yang menghadap lagsung ke hutan gelap itu. Hutan para Vampire itu.

Sudah hampir dua hari aku tidak bertemu Kyuhyun. Rindu? Sangat… wajahnya yang tampan dan senyumnya yang memabukkan itu tak akan pernah hilang melayang layang dipikiranku.

                “jiyeon-a, janganlah memaksakan sesuatu. Kau tahu… semua orang disampingmu itu menyayangimu. Mereka tak mau kau kenapa napa. Jadi kau harus menjaga dirimu sendiri dan semua yang terjadi tuhan pasti telah menggariskannya sejak dulu…”

Aku mengambil nafas berat, perkataan Gikwang tempo hari masih mendengung dengan tidak sopannya ditelingaku. Huh,.. beginikah akhir dari hidupku? Vampire dan manusia memang tak ditakdiran bersama walau mereka saling mencintai… begitu juga deganku dan Kyuhyun. Walau aku masih ‘sedikit’ tidak percaya tapi akal sehatku terkalahkan oleh hatiku.
                “Kyuhyun babo!! Kenapa kau bisa masuk dalam hariku!!” pekikku sambil mengacak acak rambutku sendiri.


Akhirnya aku bisa membujuk suster Kim untuk keluar hari ini. tepat pada hari ketiga musim semi tahun ini. yah walau sebenarnya aku harus membohonginya. Secepatnya aku harus berbicara pada Kyuhyun. Karena aku tak ingin memberi sebuah harapan untukknya –walaupun aku tahu kalau aku juga menyukainya.

                “sepertinya ada sesuatu hal yang membuatmu tergesa gesa datang kemari Park jiyeon..” Kyuhyun sudah dihadapanku dengan pakaian yang sama saat kami terakhir kali bertemu –jubah hitam menjuntai sampai kekakinya. Bahkan aku sampai tidak dapat melihat kakinya..
                “mmm…. Kyuhyun-a.. aku… na..nado johae…”
                “joha? Bukankah aku tak mengungkapkan aku menyukaimu?” aku kaget saat Kyuhyun berbicara seperti itu. Matanya yang merah terlihat mengkilat kilat. Apakah dia marah padaku?

                “sarang…. Bukankah aku mengingkapkan kalau aku mencintaimu. Saranghaeyo park jiyeon. Jeongmal saranghaeyo…” Kyuhyun menggenggam tanganku. Aku ..aku mencintainya tapi..
                “jadilah milikku jiyeon-a.. bukankah kita saling mencintai? Kau tidak percaya padaku?” gengaman tangannya semakin kuat. Membuatku sedikit eemmm ….takut dengannya. Hari ini kyuhyun tidak seperti biasanya. Aura yan dia pancarkan hari ini sangat kuat dan menakutkan. Apakah seharusnya hari ini aku tak harus bertemu kyuhyun?

                “wae? Kau takut padaku?”
                “Park jI Yeon kau takut padaku bukan!!!” akhirnya dia berteriak. Membuatku benar benar merinding sekarang. Kyuhyun-a apa yang terjadi denganmu.

                “bukankah kau mau meninggalkanku dan menikah bersama manusia itu.. Lee Sungmin? Kau mau meninggalkanku bukan Jiyeon-a..” nada suaranya sedikit melemah, aku dapat melihatnya sedang menundukkan kepalanya. Begitukah dia marah padaku gara gara ini semua?
                “nde… kau tahu? Saat aku mengetahui kau ingin datang menemuiku aku bahagia Jiyeon-a.. sangat bahagia. Tapi setelah tidak sengaja aku mendengar kau mmm…akan meninggalkanku aku tak tahu harus berbuat apa apa. Aku tidak pernah merasakan sesuatu yang membuat hatiku sakit seperti ini. Ini semua membuatku tak mengerti kita saling mencintai. Tapi kita tak bisa bersama…”
                “Jiyeon-a. mungkinkah bila aku bukan vampire kau mau bersamaku. Hidup bahagia denganku?” ucapan Kyuhyun membuat hatiku tertohok. Sakit rasanya namun apa daya. Aku tak bisa membiarkan sungmin memberitahukan kepada yang lainnya tentang aku dan kyuhyun.

                “sungmin? Jadi dia sudah tahu tentang diriku?”
                “nde? Kau membaca pikiranku?”
                “pikiranmu melayang layang ditelingaku Jiyeon-a..” kyuhyun meletakkan kedua tanganya didepan dadanya. Menatapku lama sekali membuatku seperti tidak dapat menggerakkan tubuhku sendiri. Kekuatan matanya seperti menghipnotis diriku sendiri. Bila kau merasakannya tatapan matanya seperti menjeratmu dan sulit sekali untuk berpindah.

                “tapi itu tidak sopan kyuhyun-a…”
                “hahahhaha… sekarang kau yang marah terhadapku Jiyeon!! Seharusnya aku yang marah!!”
                “aku tak peduli Tuan Vampire.. kalau begitu hubungan kita selesai sampai sini,…” aku tak peduli dia bisa membaca pikiranku atau tidak. Yang jelas aku senang dia marah padaku. Setidaknya dengan begini dia akan meninggalkanku.

                “aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Walaupun aku marah sekalipun denganmu.. seharusnya kau tau. Semuanya yang aku inginkan selalu jadi milikku… tak akan aku biarkan kau lepas dariku Jiyeon-a…..” dia mengambil nafas berat lalu melanjutkan kembali kalimatnya
                “walaupun aku harus meng-halalkan berbagai cara..”
                “mwo?”
                “aku tak mungkin melepaskan dirimu. Seharusnya kau tahu itu jiyeon-a… sekali kau memasuki kehidupanku. Kau akan sulit untuk keluar.” Sebuah sayap muncul dari punggungnya. Seperti punya jaehyo dulu namun lebih besar dan lebar. Dia kepakkan sayapnya lalu pergi meninggalkanku. Meninggalkan diriku yang masih melihat sayap hitamnya terbang masuk hutan.

                “mianhae Kyuhyun-a..” batinku. Aku harap dia dapat mendengarnya. Aku harap dia dapat membaca pikiranku sekarang juga. Aku harap… dia mendengarnya. Cho kyuhyun nado jeongmal saranghae.


Aku meremas gaun malamku kuat kuat. Suara teriakan itu! Itu suara ibu!! Aku melewati anak tangga anak tangga yang entah sampai mana ujungnya. Aku hanya bisa mengikuti arah suara Ibuku yang meronta itu.
Bahuku bergetar hebat saat sampai puncak yang baru aku ketahui itu adlah sebuah menara. Disana dia. Ibuku.. seseorang yang sangat amat aku cintai bahkan diriku sendiri. Dia dikurung bagaikan sebuah binatang. Sebuah tali dicamukkan kebadanya oleh seseorang yang tidak aku kenal.

                “kau sudah datang jiyeon-a..?” suara iitu… suara yang baru saja masuk kegendang telingaku itu.
                “Cho..Cho kyuhyun?”

Dia berjalan menuju ibu yang sudah tidak berdaya itu. Mengambil tali dari para penjaga yang sejak tadi terus mencambuki Ibuku. Kyuhyun memamerkan senyum sinisnya membuatku sedikit bergidik ngeri. Menggigit bibir bawahku untuk menahan tangisku. Rasanya ingin menangis dan berteriak namun suaraku tertahan.

                “ahhh apakah kita harus memanggil orang itu?” kata Kyuhyun tiba tiba. Dia menunjukkan wajah innocentnya lalu memberi sebuah kode kepada pengawal yang ada disampingnya.
                “apakah kau masih mengingat teman lamamu? Cinta pertamamu!!” cinta pertama? Pengawal Kyuhyun datang sambil menarik seorang namja yang sangat aku kenal. Benar dia cinta pertamaku. Lee Gikwang. Apa yang akan Kyuhyun lakukan terhadapnya!!

                “huwaaa... Lee Gikwang...!!” Kyuhyun melempar tali yang digunakannya untuk mencambuk Ibu tadi. Lalu mengambil sebuah pedang yang bertengger manis disamping pinggangnya.
                “sepertinya hari ini kita akan menyaksikan sebuah kematian...” Kyuhyun menekankan kalimatnya pada kata kematian. Membua air mataku mengalir detik itu juga. Merasakan hatiku yang terasa seperti dicabik cabik dengan paksa. Kyuhyun menampakkan sebuah senyumnya. Mengangkat pedangnya lalu dia tujukan pada Gikwang.

                “ANDWAEEE!!!”

...

                “ANDWAEEE!!”
Keringat muncul dengan derasnya dari kepalaku. Tidak! Itu bukan mimpi seperti biasa. Bahkan mimpi itu terasa sangat nyata. Bahkan aku merasakan sensasi nyeri yang sangat sakit pada bibir bawahku dan yang aku tahu itu karena aku menggigit bibir bawahku. Aigoo... apa yang terjadi sebenarnya

                “Jiyeon-a!!” aku melihat pintu kamarku dibuka tiba tiba. Nampak wajah Suster Kim yang langsung berlari menghampiriku
                “gweanchana? Aku mendengarmu teriak jadi aku kemari”
                “...” aku masih mencoba mengumpulkan sisa sisa kesadaranku saat itu juga. Bingung aka menjawab apa. Aku tidak baik baik saja karena mimpi itu seperti nyata dan nyatanya sat ini aku baik baik saja.

                “Jiyeon-a...ya! neo gweanchana..” aku angguk anggukan kepalaku untuk menjawab pertanyaan Suster Kim. Dia mengulas sebuah senymunya sekilas lalu menepuk nepuk pundakku sekilas.
                “jangan terlalu memikirkan masalahmu dan Sungmin...” dia menggantung perkataannya lalu melanjutkan lagi
                “terkadang pernikahan itu tidak didasari oleh cinta. Kau harus mengerti semua ini. maksudku kau harus bisa mengiklhaskannya. Bukannya cinta bisa tumbuh kapan saja?”

                “nde..”
                “ohh ya Suster Kim, sejak kapan pernikahan itu didasari oleh sebuah komitmen. Bukan karena cinta...??”

                “mmmm.... sejak masa pemberontakan tentu saja. Seharusnya kau tahu. Mereka adalah mahluk abadi. Sulit mati, sedangkan kita? Para Manusia tidak hanya memiliki satu musuh. Para Vampire bukanlah musuh satu satunya manusia. Para manusia harus melawan umur mereka, penyakit, dan tentu saja mereka harus membuat generasi penerus mereka...” Suster Kim menghembuskan nafasnya berat, lalu menatap hutan para Vampire yang terekspos jelas dari jendela kamar

                “mungkin para nenek moyang kita berpikir bahwa pernikahan yang didasari cinta akan memperlambat manusia untuk menikah, karena tentu saja orang orang akan mencari orang yang mereka cintai. Bahkan terkadang terjadi sebuah persaingan... bukankah begitu?”

                “ahhh..begitukah?”
                “ahh ya suster Kim, apakah kau pernah menyukai seseorang?” Suster Kim memandangku dengan matanya yang sipit. Lalu menyinggungkan sebuah senyum membuat matanya hanya menampakkan sebuah garis lurus.

                “tentu saja, jatuh cinta adalah perasaan yang membuat semuanya menjadi indah, begitukan?”
                “lalu, apakah laki laki yang kau sukai itu masih ada? Maksudku apakah dia masih ada disini?”
                “tentu saja, bahkan hampir setiap hari aku melihatnya bersama istrinya,,,”
                “dia sudah menikah?” Suster Kim mengangguk, aku tahu senyumnya itu adalah sebuah senyum yang dia paksakan. Kau terlihat jelek bila seperti itu suster Kim

                “ada seseorang yang mengatakan padaku bahwa semuanya tak perlu dipaksakan Suster. Bahkan senyum sekaligus...”
                “arraseo...”

...

Eunji melambai lambaikan tangannya kearahku. Dia memang mengajakku untuk bertemu bersama. Dia lebih cantik daripada terakhir kami bertemu. Senyum yang selalu tampak manis itu merekah begitu saja saat dia melihatku yang sedang berjalan kearahnya. Aku jadi ingat pertama kita bertemu saat itu ibunya melarangku untuk menemui anaknya namun karena kecilnya desa kami membuat aku dan Eunji malah sering bertemu dan pada akhirnya Ibunya tidak mempermasalahkan lagi.

                “bagaimana kabarmu?”
                “baik baik saja... ohh ya aku dengar mmm kau menolak ajakan sungmin... begitukah?”
                “tidak,,.. aku sudah menyetujuinya...”
                “owhh...”

Dia menggoyang goyangkan kakinya kedepan dan kebelakang. Memejamkan matanya menikmati angin yang melayang layang melewati rambut kami.

                “kau harus melupakan Gikwang Jiyeon-a... seharusnya kau tahu. Kau tidak boleh mengecewakan Sungmin...” Eunji memainmainkan tangannya. Kebiasaan yang selalu dia lakukan disaat sedang gugup. Aku tersenyum kecil
                “sedang aku usahakan.,,”

Tidak ada percakapan antara kami setelah itu, dia lebih memilih diam sambil menikmati udara disekitar Katedral ini. menggoyang goyangkan kepalanya kekanan dan kekiri seperti orang yang sedang mendengarkan musik..
“sebenarnya aku menyukai Sungmin, tapi aku…” mataku membulat dengan sempurna saat mendengar perkataan Eunji barusan. Dia mengigit bibir bawahnya.
“saat Gikwang sedang ada di Katedral, kami melewati waktu bersama dan aku baru tahu kalau aku menyukainya... sangat menyukainya... bahkan aku tahu kalo sebenarnya aku mencintainya...” mata Eunji terlihat memerah, aku pikir dia sebentar lagi akan menangis jadi aku menariknya dalam pelukanku.

“saat itu dia berbicara bahwa dia mencintaimu.. dia tidak dapat membawamu pada musim panen kemarin karena dia takut kamu akan menolaknya... dia merasa bersalah terhadapmu Jiyeon-a. Jadi dia baru bisa melamarmu kemarin. Kau tahu dia sangat mencintaimu bahkan lebih dari kau mencintai Gikwang,,...”

...

Aku melihat beberapa pengawas berlarian menuju katedral. Bahkan aku sempat melihat Gikwang yang notabenya bukan pengawas juga masuk ke Katedral dengan cepat. Entah apa yang membawaku akhirnya aku juga masuk untuk melihat apa yang terjadi.
Beberapa Biarawatipun masuk sambil membawa perlengkapan yang biasanya mereka gunakan untuk mengobati seseorang. Apakah ada yang terluka? Atau ada yang diserang Vampire?

                “Gikwang-ah apa yang terjadi?” Gikwang langsung menghambur kepelukanku. Dan aku merasa bahwa pundakku sedikit basah. Apakah Gikwang menangis..
                “Gikwang waeyo!!??”
                “Sungmin...sungmin hyung, dia dia...hiks...dia diserang Vampire...”

TBC

*preview next part

                “besok adalah hari ulang tahunku yang ke 20”
                “jadi kau yang membuat Sungmin seperti itu?”
                “Vampire Hunter?”
                “jadi Jungsoo oppa bukan oppa kandungku?”